Monday, May 18, 2020

Trending Dunia Tiktok Bagi Kaum Milenial

Menakar peluang Tiktok

   Dewasa ini sosial media (sosmed) menjadi hal yang boleh dikata mustahil dipisahkan dari tangan para milenial. Sosial media selalu menjadi opsi pertama dan utama dalam intraksi jarak jauh antar sesama. Selain itu sosmed memiliki beragam manfaat yang memanjakan bagi mereka. 

  Pada umumnya fungsi media sosial diantaranya untuk berbagi pesan dengan banyak pengguna media sosial  itu sendiri, yaitu berupa berita (informasi), gambar (foto), dan juga tautan (video).

  Salah satu media sosial (medsos) yang populer sekaligus banyak digunakan adalah TikTok. Aplikasi ini menjadi tren di kalangan pengguna media sosial terlebih para milenial. Sebagai aplikasi video yang berdurasi 15/30 detik itu, dinilai gampang digunakan tak perlu banyak sumber daya serta memiliki beragam fitur. 

   Dalam tiga tahun terakhir aplikasi yang dibuat ByteDance, asal Tiongkok tersebut telah diunduh lebih dari 1,5 miliar di dunia. Merupakan jumlah yang fantastis seukuran media sosial yang hanya memuat video pendek.

   Menurut Sensor Tower, unduhan aplikasi TikTok menempati posisi ketiga dalam kategori non-game sejak awal 2019. TikTok menjadi yang terpopuler di toko aplikasi atau pihak ketiga di Tiongkok. Bahkan dikabarkan bahwa aplikasi media sosial ini berhasil menembus hegemoni Facebook.

   Apabila dilihat dari karakter masyarakat Indonesia yang senang berbagi hobi, eksis dan condong ke narsis dan tidak begitu concern dengan isu privasi, maka media sosial menjadi podium komunikasi yang sangat representatif. Media sosial memberikan kebebasan pada penggunaannya untuk memposting dan membagikan hal-hal yang diinginkan oleh penggunanya 

   Tik tok video yang berdurasi pendek ini sangat disukai banyak kalangan masyarakat tak Mandang usia dari kalangan bocah hingga dewasa. Menurut store intellegence dari sensor tower Tik tok menepati posisi ke-3 setelah WhatsApp dan Messager  sebagai aplikasi non-gaming yang banyak diunduh dari android dan iOS baru diusul oleh Facebook dan Instagram. Ada laporan Imengenai unduhan-unduhan data laporan yang disampaikan oleh sensor tower per Q3 2019 dengan rincian; WhatsApp :707,4 juta unduhan, Messenger : 636,2 juta unduhan, Tik Tok : 614 juta unduhan, Facebook : 587 juta unduhan dan  Instagram : 376,1 juta unduhan. 

   Sungguhpun demikian, tulisan ini tidak sedang berusaha mengevokasi pembaca untuk memakai aplikasi Tiktok. Hanya saja dengan pengguna yang sedemikian banyak secara akumulatir tentu perlu kita lihat sebagai peluang dan juga tantangan tersendiri. Tiktok sebagai platform yang memuat konten video sering kali hanya digunakan sebagai mimbar hiburan dan eksistensi diri dalam dunia maya. Hal tersebut tidaklah salah walaupun demikian juga perlu kita sayangkan.

   Selain sebagai wadah konten video hiburan Tik tok bisa menjadi promosi bisnis. Sebagai kita ketahui Tik tok memiliki 625 juta pengguna aktif dan ini akan lebih besar lagi jumlahnya. Artinya disana ada target konsumen dan ini menjadi peluang besar bagi para pembisnis untuk menggunakan tik tok sebagai media promosi barang dagangan mereka. Meski berdurasi 15 detik cara kerjanya mudah dengan tambahan musik, filter atau efek, voice changer function (bisa menirukan berbagai macam suara), Challenge hesteg (bisa memasarkan kembali dengan menambahkan hastag bermerek didalamnya) tapi dengan menciptakan konten yang kreatif tentu promosi bisnis dengan tik tok akan berhasil.

   Tentu saja demua media bisa kita fungsikan dengan sedemikian kreatif. Namun, dengan mengambalikan pada populasi pengguna tiktok tersebut akan menjadi pasar tersendiri bagi setiap promotor yang ingin melakukan bisnis jual beli. 

  Sebagai salah satu aplikasi yang mendorong seseorang melakukan kreativitas dalam membuat suatu karya dan platfrom untuk membuat video yang spesial dan unik dengan mudah sehingga penggunanya dapat menciptakan video yang lebih menarik serta media untuk melatih penggunanya untuk mengasah skill editing video untuk konten-konten yang lebih bermanfaat tiktok menjadi menjadi platform yang sangat positif. 

   Akan tetapi kondisi yang demikian bukan berarti tidak memiliki tantangan bagi pengguna tiktok. Kebebasan dalam membuat konten berdasarkan keinginan penggunanya tidak menutup kemungkinan akan memuat postingan yang kurang baik. Sebut saja misalkan video dengan konten berjoget tidak wajar bahkan cenderung berlebihan, melibatkan anak di bawah umur yang notabene belum layak bertingkah seperti orang dewasa, acap kali kegiatan ibadah dibuat konten sehingga cenderung penistaan dan tampilan busana yang kurang etis. Meskipun demikian berorientasi mendapatkan respon dari netizan hal tersebut tidaklah dibenarkan adanya. 

   Aplikasi tiktok secara aplikatif akan membawa pemakainya pada kondisi senang dengan kecenderungannya selalu bergoyang. Namun sebagai manusia yang selalu berfikir dan normatif tentu meniscayakan untuk difilter sesuai dengan adat dan etika ketimuran. Mendapat komentar bahkan pujian dari netizan memang bukanlah sesuatu yang salah akan tetapi berorientasi mutlak pada pujian dan komentar tersebut adalah hal yang kurang dibenarkan terlebih sampai mengabaikan norma yang ada. 

   Refleksi dari beberapa ketidak-inginan tersebut boleh saja kita mengalihkan kepada konten yang positif, seperti bisnis, berbagi informasi dan dakwah dengan tentu tampil semenarik mungkin sesuai kreatifitas kita masing-masing.

   Akhir kata, bahwa tiktok adalah platform yang menampung segala jenis video dengan durasi yang telah ditentukan. Maka sebagai pemakai (user) diharapkan menjadi bijak dalam mengisi konten tersebut. Terlebih sebagai aplikasi yang sangat banyak digemari oleh remaja seharusnya memberikan edukasi yang kreatif untuk turut serta berpartisipasi dalam upaya perbaikan generasi berikutnya.

oleh: Ety Susanty (CO Minat & Bakat KOPRI PC PMII Pamekasan) 

No comments:

Post a Comment

Pertambangan Ilegal, Bosissme, dan hegemoni kaum elit (Manfaat untuk siapa? derita untuk siapa?)

   Indonesia seringkali disebut “tanah surga”, negara agraris dengan letak geografis yang strategis dengan luas sekitar 1.919.440 km. Memi...