Oleh: Mafluhah Zainal
Perempuan adalah mahluk Allah yang istimewa, ia di ibaratkan seperti berlian. Hal ini telah di sebutkann dalam hadis nabi “Dunia adalah perhiasan , sebaik baik perhiasan adalah wanita shalihah” (HR Muslim no 1467). Perhiasaan merupakan barang berharga yang sepatutnya dijaga namun bukan berarti perempuan nilainya disetarakan dengan barang. Perhiasan yang dimaksud adalah bagian dari ciptaan tuhan yang luar biasa indahnya, dan yang paling indah dan sangat bernilai adalah perempuan shalihah yang menjaga harkat dan martabatnya sebagai seorang hamba.
Menjadi seorang pemimpin perempuan mungkin bisa dibilang jarang dan sangat sulit ditemui namun tidak mustahil perempuan menjadi pemimpin. Banyak sekali tokoh perempuan yang menginspirasi dan membuat perubahan yang patut di contoh oleh perempuan millenial saat ini. Seperti bagaimana dulu kisah Ratu bilqis yang memimpin kerajaan dan kisahnya di abadikan dalaam Al-Qur’an surah Al-An’am ayat 23-44. Selain itu ada Siti Aisyah yaitu seorang perempuan yang paling banyak meriwayatkan hadis nabi dan juga di kisahkan memimpin Perang Jamal antara golongan Ali dan golongan Aisyah. Ada pula sitti khadijah yang merupakan perempuan yang sangat sukses dalam wirausaha. Kisah perempuan di indonesia juga sangaat banyak seperti Cut Nyak Dien, Cut Meutia dan Laksamana Malahayati yang memimpin pasukan perang melawan penjajah Belanda di Bumi Aceh. Mereka mengatur strategi dan taktik sekaligus ikut mengangkat senjata. Ada juga yang sangat terkenal yaitu RA.Kartini yang memperjuangkan perempuan Indonesia di bidang pendidikan. Hal itu membuktikan bahwa memandang seorang perempuan harus secara objektif, artinya tidak haanya memandang sebelah mata yang menganggap perempuan itu lemah.
Lemah lembut bukan berarti lemah yang tidak berdaya. Beberapa sisi feminis memang melekat dalam diri seorang perempuan, sebaginana sisi maskulin pada laki-laki. Namun hal yang bersifat kodrati jelas tidak membatasi perempuan untuk juga ambil peran dalam ranah publik. Doktrin patrialkal yang seakan-akan membuat perempuan dan laki-laki mempunyai sudut yang jauh, laki-laki dengan sisi maskulinnya dianggap lebih tangguh untuk memimpin, padahal perempuan juga mampu memimpin tanpa meninggalkan sisi feminisnya. Pola kepemimpinan bukan hanya bergantung pada jenis kelamin, namun kualitas kepemimpinannya. Di zaman millenial ini perempuan sudah bisa mengkases berbagi macam hal , masalah keseteraan sudah terpampang jelas di depan mata , masalah pendidikan perempuan sudah menikmatinya dengan layak dan lain hal sebagainya perempuan sudah bisa berkicimpung dengan bebas, namun yang menjadi masalah yaitu perempuannya sendiri yang tidak mau berusaha, para perempuaan masih terjebak dalam zona nyaman dan masih selalu memikirkan hal hal negatif yang membuat pikirannya stagnan, hal itu yang saat ini menjadi masalah yang perlu kiranya untuk di buang agar tidak menjadi boomerang bagi kelangsungan hidup perempuan kedepan.
Perempuan masa kini harus bisa menjadi produktif inovatif dan kreatif terhadap tantangan zaman dengan memenfaatkan setiap kesempatan yang di berikan dengan sebaik baiknya . bukan hanya karena zaman sudah millenial namun malah mengikuti kesenangan dan egosentris semata. Tidak mau bergerak dan tidak mau berusaha menciptakan suatu inovasi agar perempuan maampu bersaing dengan laki laki itu SALAH BESAR. Seharusnya menjadi perempuan di era millenial ini bisa menjadi perempuan yang multi talent dan mengembangkan apa yang di milikinya dengan teknologinyang ada.
Menjadi perempuan berdikari dalam zaman millenial ini sangat gampang karena sudah banyak sekali lowongan yang harus di isi dan di manfaatkan. Misalnya dalam bidang ekonomi, seorang perempuan bisa bergerak aktif dalam kemandirin ekonomi dengan melakukan berbagi macam hal di antranya menghidupkan ekonomi kreatif dengan kemampuan yang di miliki, bisa melakukan kegiatan perekonomian online atau menciptakan suatu hal yang baru yang bisa di senangi oleh orang banyak.hal ini tergantung bagaimana seorang perempuan melihat potensi yang bisa di manfaatkan.
Dalam bidang sosial perempuan bisa melakukan berbagai macam kegiatan dengan terjun langsung kepada masyarakat, mengikuti kegiatan kegiataan sosial, bergabung dengan organisasi organisasi perempuan atau organisasi sosial setempat yang tujuaanya sudah jelas untuk pemberdayaan, misalnya mengikuti PKK , karang taruna dan organisasi sosial lainnya. Dalam bidang pendidikan juga sama halnya dengan bidang sosial misalnya dengan mengadakan sosialisasi terhdap lingkungan sekitar mengajari anak anak kecil sekitar rumah , membangun perpustakaan dan lain sebagainyaa, intinya seorang perempuan tidak pasif namun selalu aktif dalam berbagai situasi , tanggap dan cakap dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan
Dimulai dari hal kecil yang nantinya akan berdampak besar bagi regenerasi bangsa yang tangguh dan lebih dewasa memaknai gender. Gerakan yang bersifat konsisten dengan output positif yang jelas. Dalam berbagai bidang, lini, dan sektor, perempuan harus selalu masif mengawal perubahan dan pembenahan bangsa. Jangan hanya perpangku tangan menunggu sisa-sisa posisi para laki-laki, mereka tidak akan dengan suka rela memberikannya. Rebut dengan memperbaiki kualitas diri, lebih kompeten dalam berbagai bidang. Untuk membangkitkan semangat menuju hal yang di inginkan seorang perempuan harus bisa melawan dirinya sendiri. Percaya pada kemampuan yang di miliki menghilangkan pikiran pikiran negatif dalam diri dan membangun kekuatan untuk bisa terlepas dari zona nyaman sekaligus tetap berdoa kepada yang maha kuasa sehinnga kehidupan perempuan bisa memberikan kemaafatan dan kontribusi yang jelas untuk diri sendiri lingkungan sekitar dan masyarakat umum.
No comments:
Post a Comment