Friday, May 22, 2020

Keterwakilan perempuan Di legislatif dalam transformasi sosial


   Keterwakilan perempuan hadir diparlemen dengan kesadaran diri karena banyak ditemukan manifestasi ketidak adilan bagi perempuan. Perempuan harus mampu menunjukkan kualitas diri mewakili suara, aspirasi dan partisipasi didunia politik kehadiran pr diparlemen mulai meningkat dari tahun ke tahun bahkan pemilihan legislatif mewajibkan kouta 30%dalam pencalonan partai harus melibatkan perempuan,berarti peluang besar perempuan tuk berkarir didunia parlemen terbuka lebar.Tapi sayangnya kesadaran perempuan masih kurang 1,2,3 diantaranya masih menjadi pelengkap.sehingga tidak berkiprah proses pembuatan kebijakan terkait kesejahteraan perempuan dan Anak.Sehingga seringkali PR tdk berada dalam posisi strategis sbg penentu kebijakan,Wajar bila PR sulit terlibat dlm penentu anggaran dan PRO mengenai perempuan dan anak
    Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap rendahnya kebijakan sosial terutama PR sebaiknya keterwakilan 30 % harus terus didoronga dibarengi dgn perbaikan kualitas sehingga membentuk Dampak yg signifikan sehingga Aturan mengenai perempuan juga terlihat,,masih banyak tempat perempuan berkiprah didalamnya tapi satu satunya Hal yg wajib berkiprah hadir ditengah legislatif karena ini menjadi perwakilan perempuan dlm menentukan Nasib dan perlindungan mreka.
# cukup Marsinah menjadi pahlawan buruh perempuan yg tertindas.



oleh: Halimatus Sakdiyah S.Pd (CO Pemberdayaan Lingkungan Hidup KOPRI pamekasan) 

Mutasi pejabat KADINSOS, PC PMII apresiasi pemkab pamekasan


   Bupati pamekasan melakukan mutasi kadinsos yaitu kepada Syaiful Anam yang dinilai sudah tidak layak menjabat karena beberapa program di lingkungan sosial seperti DTKS (Data terpadu Kesejahteraan Sosial) yang amburadul. 
   Keputusan Bupati pamekasan tersebut mendapatkan apresiasi dari PC. PMII Pamekasan. Ketua PC. PMII Pamekasan yaitu sahabat lutfi menyampaikan bendera PMII Pamekasan akan selalu berkibar dalam mengkawal kinerja Pemerintah dan sebagai agent of change terhadap reformasi birokrasi demi tercapainya impian masyarakat dan kami tidak akan pernah selesai dalam mengkawal birokrasi, karena masih banyak persoalan yang harus dievaluasi dan dibenahi.
   Sebelumnya Ketua PC. PMII Pamekasan telah mengirim surat somasi yang meminta Bupati Pamekasan meninjau ulang tentang adanya Perbub nomer 68 tahun 2019 dengan perhub nomer 05 tahun 2019 dalam pelaksanaan reformasi birokrasi. 


Moh. Lutfi juga mengatakan bahwa PMII Pamekasan akan ada di garda terdepan untuk mendorong perubahan birokrasi pamekasan.

Wednesday, May 20, 2020

PEREMPUAN ANTARA IDEALITAS DAN REALITAS


  Berbicara mengenai perempuan sepertinya tidak akan ada keringnya, baik perempuan dijadikan sebagai objek  atau subjek kajian. Realitasnya, perempuan selama ini seringkali hanya dijadikan objek ‘eksploitasi’ dari aspek kesehatan, ekonomi, politik, biologis, psikologis, keagamaan, dan sebagainya. 

  Perempuan dalam kehidupan sosial selalu diasumsikan sebagai the second sex yang sangat menentukan mode representasi sosial tentang status dan peran perempuan. Akibatnya marginalisasi perempuan yang kemudian menunjukkan bahwa perempuan tidak sebatas the second sex, tetapi sudah dianggap sebagai the others. Dikotomi nature dan culture, atau istilah lain nurture, misalnya, telah digunakan untuk menunjukkan pemisahan dan stratifikasi di antara dua jenis kelamin. Secara de jure tidak ada hambatan struktural bagi perempuan untuk menjadi setara dengan laki-laki, termasuk yang menyangkut faktor keragaman biologis. Di sisi lain secara de facto, banyak perempuan yang secara sukarela tidak dapat melepaskan faktor biologisnya (aspek kodrati), terutama yang berkaitan dengan aspek reproduksi. 

   Walaupun demikian, faktor ‘sukarela’ itu pun didasarkan dan dilatar belakangi budaya dan keagamaan yang menuntut sedemikian rupa. Padahal islam secara ideal membuka kesempatan dan peran yang setara bagi laki-laki dan perempuan untuk mengekspresikan dan menginterpresentasikan dirinya dalam berbagai bidang kehidupan serta selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaannya. Sehingga tidak ada lagi persoalan gender inequality jika dilihat dai sudut pandang kualitas dan kapasitas.

  Peran dan hak perempuan pada tataran realitas masih cukup belum terpenuhi secara maksimal. Dikarenakan budaya patriarki masih membayangi hidup perempuan. Entah itu berbentuk deskriminasi, pelabelan negatif (stereotype), marginalisasi, subordinatsi, maupun kekerasan. Sedangkan secara idealitas, perempuan  mempunyai hak untuk setara dengan laki-laki, baik secara kultural, politik, kesehatan, ekonomi, pendidikan, maupun religiousitas. 

   Dengan demikian kader kopri sudah semestinya membaca dan menempati peluang yang ada saat ini, tidak hanya gaya penampilan atau perasaan saja yang diurusi, akan tetapi juga harus memiliki exitensi dan value justice yang tinggi.


oleh: Ike Nurjanah (Ketua Kopri Rayon Ibnu Aly Komisariat IAI al-Khairat)

Menjadi Perempuan Tangguh Layaknya Laksamana Malahayati Masa Kini


   Perempuan selalu dikaitkan dengan bidang domestic yaitu kasur, dapur, sumur.  Hal tersebut sudah terkonstruk dari sejak dulu, sehingga timbulah stigma-stigma negatif tentang perempuan. Dalam dunia politik perempuan jarang sekali untuk memenuhi ruang tersebut, dimana pada saat itu perempuan hanya diberikan jatah sebesar 5% dalam politik. Pada tahun 2003 terangkum dalam UU Pemilu No. 12 pasal 65 tahun 2003 dengan adanya konsep kesetaraan gender lalu diimplementasikan dengan munculnya tindakan affirmative action yaitu jatah perempuan dalam dunia politik adalah sebesar 30%.  Meskipun demikian jatah 30% tersebut tidak terpenuhi dan justru perempuan hanya diajadikan sebagai pelengkap saja. Seiring berjalannya waktu sudah banyak perempuan memenuhi kouta tersebut. Didalam Al-Quran tidak ada ayat yang melarang perempuan terjun dalam dunia politik apalagi menjadi seorang pemimpin asalkan tidak menyalahi kodratnya sebagai perempuan. Karena hak perempuan dibidang politik merupakan hak syar’i. Justru mengapa kita tidak memanfaatkan hal tersebut jika dalam islampun tidak ada larangan.

   Pada zaman saat ini sudah ada beberapa perempuan yang menggunakan hak berpolitik tersebut dan bahkan sudah ada yang menjadi seorang pemimpin contohnya adalah Khofifah Indar Parawansa yaitu seorang Gubernur Jawa Timur dengan gelar sarjana ilmu sosial dan ilmu politiknya di Universitas Airlangga Surabaya. Dan itu adalah bukti bahwa perempuan bisa menjadi seorang pemimpin. Sejak zaman dahulu ternyata sudah banyak perempuan terjun dalam dunia politik dan bahkan menjadi seorang pemimipin  yaitu seperti Laksamana Malahayati. Tak banyak orang tahu tentang sosok perempuan tangguh dari aceh tersebut, karena kebanyakan perempuan hanya tahu sosok R.A Kartini yaitu tokoh emansipasi wanita. 

   Malahayati adalah pemimpin perang armada laut aceh yang pada saat itu Aceh sedang diserang oleh belanda dan portugis. Laksamana malahayati pada saat itu mengantikan posisi suaminya yang gugur dalam peperangan. Kepintaran dan taktik strategi perang yang dimilikinya mampu membawa kemerdekaan rakyat aceh dan  mampu melumpuhkan pasukan Belanda dan Portugis. Malahayati sejak kecil sudah diberikan pendidikan oleh kedua orangtuanya. Hal yang membuat Malahayati yakin dan semangat ketika menjadi seorang pemimpin armada laut yaitu kata-kata dari seorang gurunya jika perempuan dan laki-laki itu sama dimata Allah Swt yaitu sama-sama memikul amanah dimuka bumi ini. Sebenarnya pemahaman gender sudah ada sejak zaman dahulu tetapi masih dikekang oleh budaya patriarki yang menyebabkan stigma-stigma negatif bermunculan tentang perempuan. Ketika dizaman sekarang sibuk membicarakan masalah keadilan gender dan emansipasi, Laksamana Malahayatilah yang sudah sejak dulu mendobrak stigma-stigma negatif tentang perempuan yang seharusnya bekerja di dapur,sumur dan juga kasur. Malahayati dengan tangguh maju dan memimpin perang bahkan menjadi seorang penegak hukum dan mengabdi sampai akhir hayatnya,

   Sepatutnya sebagai perempuan kita bisa meniru perjuangan Laksamana Malahayati, dengan mengisi kouta 30% tersebut dengan kualitas yang kita miliki. Tidak hanya itu kita mampu memberikan kontribusi diberbagai bidang lainya. Tidak cukup dengan menyuarakan atau menuntut hak kita, tetapi perlu adanya pembuktian nyata bahwa perempuan itu bisa mengisi keberadaanya dengan kualitasnya diberbagai sektor dan mendobrak stigma negatif serta budaya patriarki yang masih kental. Selain itu juga Malahayati pada saat itu membuat pasukan perang yang berisikan para janda yang ditinggal suaminya gugur dalam peperangan. Mereka diajarkan keahlian dalam berperang. Seharusnya kita bisa mencontoh Laksamana Malahayati dengan mendukung  gerakan perempuan dan mengasah keahlian serta intelektual mereka. Kenyataannya masih saja ada kecemburuan sesama wanita yaitu bersaing secara tidak sehat dengan bahkan menjatuhkan. Pentingnya mendukung sesama perempuan agar mereka bisa merdeka tanpa menyalahi kodratnya sebagai perempuan karena ada beberapa orang yang menyalahkan gerakan feminisme tersebut yaitu untuk menyaingi laki-laki. Perlu pemahaman mengenai gender agar tidak menjadi perempuan yang liberal.

   Perjuangan Laksamana Malahayati sangat menginspirasi dan mampu dijadikan sebagai pecutan untuk perempuan agar terus mengasah intelektualnya dan mampu mengisi semua kouta di berbagai sektor baik politik dan ekonomi. Perlunya mendukung satu sama lain sesama wanita agar sama-sama merdeka. Tidak perlu takut dalam melangkah karena saatnya perempuan berubah. Buktikan jika perempuan tidak hanya bekerja dibidang domestic saja tetapi lebih dari itu.

oleh: Desita twd (Kader PMII rayon fakultas tarbiyah IAIN madura) 

Monday, May 18, 2020

INDEPENDENSI PEREMPUAN DALAM SEKTOR EKONOMI

Memperjuangkan hak-hak seorang perempuan tentu telah dilakukan oleh para pahlawan perempuan, yakni dari mulai sosok yang sangat familiar yaitu ra kartini, dewi sartika, cut nyak dien, marsinah dan pahlawan pahlawan perempuan lainnya. Tentulah upaya ini membuktikan bahwa perempuan tidak pada ke tertindas, melainkan bahwa perempuan adalah sosok yang istimewa dan juga sangat perlu untuk merdeka.
Perempuan hari ini tentu telah dapat menikmati dan juga punya tanggung jawab untuk  mempertahankan emansipasi  daripada pengorbanan yang di lakukan oleh para tokoh-tokoh terdahulu. Salah satu peran perempuan adalah dalam sektor perekonomian. Banyak pertentangan persoalan perekonomian yang tak kunjung usai, terlebih saat semua diartikan dengan ekonomi, hal ini perlunya seorang perempuan juga merdeka bahkan menjadi sosok independen dalam sektor ekonomi. Selain hal itu dapat mempermudah dalam problematika dinamika ekonomi juga dapat  mempermudah untuk memenuhi kebutuhan hidup maka perlunya perempuan hari ini harus sadar bahwa memang harus bangkit dari stagnan seorang perempuan yang hanya mengacu ataupun mengikat dirinya sendiri.


Oleh: Hilfi Nahdhotillah 
Ketua KOPRI Rayon Abu Hanifah komisariat Unira

Trending Dunia Tiktok Bagi Kaum Milenial

Menakar peluang Tiktok

   Dewasa ini sosial media (sosmed) menjadi hal yang boleh dikata mustahil dipisahkan dari tangan para milenial. Sosial media selalu menjadi opsi pertama dan utama dalam intraksi jarak jauh antar sesama. Selain itu sosmed memiliki beragam manfaat yang memanjakan bagi mereka. 

  Pada umumnya fungsi media sosial diantaranya untuk berbagi pesan dengan banyak pengguna media sosial  itu sendiri, yaitu berupa berita (informasi), gambar (foto), dan juga tautan (video).

  Salah satu media sosial (medsos) yang populer sekaligus banyak digunakan adalah TikTok. Aplikasi ini menjadi tren di kalangan pengguna media sosial terlebih para milenial. Sebagai aplikasi video yang berdurasi 15/30 detik itu, dinilai gampang digunakan tak perlu banyak sumber daya serta memiliki beragam fitur. 

   Dalam tiga tahun terakhir aplikasi yang dibuat ByteDance, asal Tiongkok tersebut telah diunduh lebih dari 1,5 miliar di dunia. Merupakan jumlah yang fantastis seukuran media sosial yang hanya memuat video pendek.

   Menurut Sensor Tower, unduhan aplikasi TikTok menempati posisi ketiga dalam kategori non-game sejak awal 2019. TikTok menjadi yang terpopuler di toko aplikasi atau pihak ketiga di Tiongkok. Bahkan dikabarkan bahwa aplikasi media sosial ini berhasil menembus hegemoni Facebook.

   Apabila dilihat dari karakter masyarakat Indonesia yang senang berbagi hobi, eksis dan condong ke narsis dan tidak begitu concern dengan isu privasi, maka media sosial menjadi podium komunikasi yang sangat representatif. Media sosial memberikan kebebasan pada penggunaannya untuk memposting dan membagikan hal-hal yang diinginkan oleh penggunanya 

   Tik tok video yang berdurasi pendek ini sangat disukai banyak kalangan masyarakat tak Mandang usia dari kalangan bocah hingga dewasa. Menurut store intellegence dari sensor tower Tik tok menepati posisi ke-3 setelah WhatsApp dan Messager  sebagai aplikasi non-gaming yang banyak diunduh dari android dan iOS baru diusul oleh Facebook dan Instagram. Ada laporan Imengenai unduhan-unduhan data laporan yang disampaikan oleh sensor tower per Q3 2019 dengan rincian; WhatsApp :707,4 juta unduhan, Messenger : 636,2 juta unduhan, Tik Tok : 614 juta unduhan, Facebook : 587 juta unduhan dan  Instagram : 376,1 juta unduhan. 

   Sungguhpun demikian, tulisan ini tidak sedang berusaha mengevokasi pembaca untuk memakai aplikasi Tiktok. Hanya saja dengan pengguna yang sedemikian banyak secara akumulatir tentu perlu kita lihat sebagai peluang dan juga tantangan tersendiri. Tiktok sebagai platform yang memuat konten video sering kali hanya digunakan sebagai mimbar hiburan dan eksistensi diri dalam dunia maya. Hal tersebut tidaklah salah walaupun demikian juga perlu kita sayangkan.

   Selain sebagai wadah konten video hiburan Tik tok bisa menjadi promosi bisnis. Sebagai kita ketahui Tik tok memiliki 625 juta pengguna aktif dan ini akan lebih besar lagi jumlahnya. Artinya disana ada target konsumen dan ini menjadi peluang besar bagi para pembisnis untuk menggunakan tik tok sebagai media promosi barang dagangan mereka. Meski berdurasi 15 detik cara kerjanya mudah dengan tambahan musik, filter atau efek, voice changer function (bisa menirukan berbagai macam suara), Challenge hesteg (bisa memasarkan kembali dengan menambahkan hastag bermerek didalamnya) tapi dengan menciptakan konten yang kreatif tentu promosi bisnis dengan tik tok akan berhasil.

   Tentu saja demua media bisa kita fungsikan dengan sedemikian kreatif. Namun, dengan mengambalikan pada populasi pengguna tiktok tersebut akan menjadi pasar tersendiri bagi setiap promotor yang ingin melakukan bisnis jual beli. 

  Sebagai salah satu aplikasi yang mendorong seseorang melakukan kreativitas dalam membuat suatu karya dan platfrom untuk membuat video yang spesial dan unik dengan mudah sehingga penggunanya dapat menciptakan video yang lebih menarik serta media untuk melatih penggunanya untuk mengasah skill editing video untuk konten-konten yang lebih bermanfaat tiktok menjadi menjadi platform yang sangat positif. 

   Akan tetapi kondisi yang demikian bukan berarti tidak memiliki tantangan bagi pengguna tiktok. Kebebasan dalam membuat konten berdasarkan keinginan penggunanya tidak menutup kemungkinan akan memuat postingan yang kurang baik. Sebut saja misalkan video dengan konten berjoget tidak wajar bahkan cenderung berlebihan, melibatkan anak di bawah umur yang notabene belum layak bertingkah seperti orang dewasa, acap kali kegiatan ibadah dibuat konten sehingga cenderung penistaan dan tampilan busana yang kurang etis. Meskipun demikian berorientasi mendapatkan respon dari netizan hal tersebut tidaklah dibenarkan adanya. 

   Aplikasi tiktok secara aplikatif akan membawa pemakainya pada kondisi senang dengan kecenderungannya selalu bergoyang. Namun sebagai manusia yang selalu berfikir dan normatif tentu meniscayakan untuk difilter sesuai dengan adat dan etika ketimuran. Mendapat komentar bahkan pujian dari netizan memang bukanlah sesuatu yang salah akan tetapi berorientasi mutlak pada pujian dan komentar tersebut adalah hal yang kurang dibenarkan terlebih sampai mengabaikan norma yang ada. 

   Refleksi dari beberapa ketidak-inginan tersebut boleh saja kita mengalihkan kepada konten yang positif, seperti bisnis, berbagi informasi dan dakwah dengan tentu tampil semenarik mungkin sesuai kreatifitas kita masing-masing.

   Akhir kata, bahwa tiktok adalah platform yang menampung segala jenis video dengan durasi yang telah ditentukan. Maka sebagai pemakai (user) diharapkan menjadi bijak dalam mengisi konten tersebut. Terlebih sebagai aplikasi yang sangat banyak digemari oleh remaja seharusnya memberikan edukasi yang kreatif untuk turut serta berpartisipasi dalam upaya perbaikan generasi berikutnya.

oleh: Ety Susanty (CO Minat & Bakat KOPRI PC PMII Pamekasan) 

Perempuan melawan dan mencegah radikalisme


   Seiring berkembangnya zaman, Radiklisasi tentu tidak asing lagi bagi kita, bahwa paham dari radiklisme ini adalah suatu ideologi atau pemahaman, yang mana ia ingin melakukan suatu perubahan pada sistem sosial dan politik, dan radikalisasi ini juga cenderung menggunakan kekerasan, dan cara-cara yang ekstrim, maka tak jarang pula bahwa radikalisme itu juga sering di kaitkan dengan yang namanya terorisme.
   Perlu kita tahu pula bahwa penyebab akan terbentuknya dari radikalisasi ini, diantaranya yang berhubungan dengan kemiskinan, dan peran dari seorang perempuan juga. Loh kenapa harus perempuan..? ya..!! kita tidak boleh mengabaikan bahwa perempuan itu pempunyai peran yang sangat besar dalam lingkup keluarga, nah maka dalam hal ini radikalisasi dengan cara melibatkan seorang perempuan juga dinilai sebagai cara yang lebih efektif karena perempuan bisa memainkan peran vitalnya dalam lingkup keluarga, contohnya dengan dalih dan teks-teks keagamaan yang dijadikan bahan justifikasinya.
   Maka tak jarang seorang perempuan yang telah terlanjur menganut doktrin radikalisme ini rawan bahkan ada yang mejadikan mereka sebagai korban ekstrimisme, dan dapat terlibat langsung dalam aksi yang secara khusus yakni seperti bom bunuh diri. Oleh karena itu peran perempuan dalam pencegah radikalisasi juga sangat di butuhkan, yakni dengan berapa cara, yang diantaranya adalah membeberikan peran kepada perempuan yang lebih besar, dan yang tidak hanya sebatas berperan di bidang domistik saja, sehingga juga dapat berpartisipasi pada multi bidang sosial, menguatkan kesejahtereraan di berbagai sektor, yakni untuk mencegah terjadinya akan radikalisasi sehingga menjadikan perempuan sebagai garda terdepan dalam pendidikan yang moderat, hal itu bisa memulainya dari tatanan keluarga, dan perlahan kepada masyarakat sekitar.

oleh: Sahabat Uswatun Hasanah (Bendahara Komosariat STAIMU pamekasan) 

Thursday, May 14, 2020

Dalam rangka memperingati hari Ibu sedunia, Kopri PC PMII Ogan Komering Ulu Sumsel dan Kopri PC PMII KETAPANG Kalimantan barat menggelar forum diskusu online nasional dengan tema " Dampak pandemi covid-19 pada sektor kesehatan, ekonomi, dan pendidikan.


  Dalam rangka memperingati hari Ibu sedunia, Kopri PC PMII Ogan Komering Ulu Sumsel dan Kopri PC PMII KETAPANG Kalimantan barat menggelar forum diskusu online nasional dengan tema  " Dampak pandemi covid-19 pada sektor kesehatan, ekonomi, dan pendidikan. (Minggu, 10 Mei 2020). Forum diskusi tersebut setidaknya diikuti kurang lebih sekitar 50 peserta dari berbagai daerah. Dengan 3 orang pemateri yakni :

1). Apriyanti Marwah, S.Ak., M.AP
2). Aida Mardatillah, S.H
3). Maya Muizatil Lutfillah, M.Pd
   Menurut Ketua Kopri PC PMII Ogan Komering Ulu Sumsel dan Ketua Kopri PC PMII KETAPANG Kalimantan barat kegiatan ini bertujuan agar semua kader perempuan PMII atau Kopri bijak dalam menanggapi covid-19.

  Kak Apriyanti Marwah : Kita semua masih gagap menanggapi viruscovid-19 dan dalam merespon himbauan pemerintah, sebaiknya kita tetap belajar, bekerja dan beribadah dari rumah agar dapat menekan penyebaran wabah ciru scorona ini. Dampak covid-19 ni dalam aspek kesehatan adalah banyak korban yang meninggal di seluruh dunia. Dampak kesehatan ini juga berdampak pada perekonomian negara dan global. Krisis keuangan global pada tahun 2020 ini merupakan krisis yang terburuk sejak “Depresi Besar” pada tahun 1930-an. Bahkan pemerintah Indonesia sendiri masih mengalami kegalauan dalam menangani pandemi covid-19, mana yang sebaiknya didahulukan apakah penanganan dari kesehatan atau perekonomian. 

   Menurut kak Apriyanti Marwah “ penanganan kesehatan harus lebih diutamakan terlebih dahulu, karena jika pandemi ini dapat terselesaikan lebih cepat dan dapat ditangani dunia kesehatan dengan baik maka akan cepat juga membaiknya perekonomian negara, pendidikan dan aspek lainnya.

   Kak Aida Mardatillah : pemerintah telah mengambil kebijakan yang sangat baik dalam menjaga stabilitas keuangan negara dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah Pengganti UUD (Perpu no.1 tahun 2020). Perpu no.1 tahun 2020 ini berkaitan dengan kebijakan negara dan stabilitas keuangan sebagai langkah pemerintah untuk menjaga kestabilan keuangan negara dalam menghadapi ancaman yang dapat membahayakan perekonomian nasional dan atau stabilitas sistem keuangan negara. Karena pandemi ini pasti akan sangat berdampak pada perekonomian negara.  Jika pemerintah tidak melakukan pencegahan ataupun antisipasi, maka krisis di Indonesia akan menjadi krisis yang terburuk sejak krisis moneter yang terjadi pada tahun 1997. Pemerintah juga telah menyiapkan defisa anggaran yang akan digunakan setelah pandemi ini berakhir sebagai upaya untuk mencegah terjadinya defisit keuangan. 

  Menurut Kak Aida Mardatillah “setuju dengan Apriyanti Marwah bahwa penanganan kesehatan harus diutamaka

   Kak Maya Muizatil Lutfillah : KOPRI harus mampu menjawab tantangan zaman apalagi sebagai KOPRI merupakan calon ibu yang harus melek pendidikan. Ada beberapa dampak yang dihasilkan oleh pandemi ini kepada sektor pendidikan. Kemampuan teknologi yang rendah atau terbatasnya sarana dan prasarana menjadi salah satu kendala dalam melakukan kegiatan belajar-mengajar. Yang biasanya pembelajaran dilakukan tatap muka berubah 180 derajat menjadi pembelajaran melalui daring. Masalah ini memicu masalah baru yaitu banyaknya guru, orang tua dan siswa yang berada di daerah yang tidak ada jaringan internet atau tidak adanya sumber listrik menjadi kesulitan mengakses pembelajaran melalui daring. Sehingga banyak anak-anak yang terkendala atau terhenti kegiatan pembelajaran nya. Bahkan pemerintah yang membuat program pembelajaran melalui TV menjadi tidak efektif karena banyak orang tua yang tidak mengetahui tentang jadwal pembelajaran melalui TV nasional ini. Masih kurang efektif nya kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dalam dunia pendidikan menjadikan banyak dampak yang dihadapi dunia pendidikan Indonesia.

pewarta: ocha SR

Wednesday, May 13, 2020

Womenpreneur : Peran Perempuan Dalam Kewirausahaan Menuju Era Society 5.0



   Fenomena peranan perempuan di bidang wirausaha sudah terjadi pada zaman dahulu, Siti Khatijah salah satu sosok panutan perempuan yang dapat dijadikan suri-tauladan atau refrensi sebagai perempuan yang berhasil bergerak dibidang kewirausahaan, peristiwa tersebut sebenarnya dan seharusnya menjadi penyemangat bagi perempuan-perempuan muslim untuk mengabdikan dirinya di dunia kewirausahaan.

   Kewirausahaan menjadi salah satu sektor yang sangat siginifikan dampaknya terhadap kehidupan khususnya di bidang perekonomian. Terbukti bahwa wirausaha _entrepeneur_ dapat memberikan kontribusi nyata dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hingga ke angka 6 persen. Angka tersebut sangat luar biasa capaiannya apalagi dengan banyaknya gerakan wirausaha dapat meminimalisir pengangguran yang ada. Nah, perempuan harus mengambil peran strategis dalam dunia wirausaha, apalagi di zaman modern ini yang semuanya serba digital dan bahkan untuk mempersiapkan diri menghadapi era society 5.0.
   Perempuan tidak hanya cukup menikmati pola hidup yang dikenal dengan "3 Ur" (Kasur, Dapur dan Sumur), terlalu sempit apabila perempuan dibatasi oleh kegiatan-kegiatan yang tidak bisa mengeksplor dirinya dibidang kewirausahaan, sebab berwirausaha tidak ada ketentuan harus berjenis kelamin lelaki atau perempuan, semua golongan asal tau ilmu dan berkemauan maka dunia memperbolehkan mengisi di sektor wirausaha. Sekarang, sebagai Kader KOPRI (Korp PMII Putri) yang mayoritas adalah pemudi dan mahasiswi serta dibekali ilmu, kreativitas dan inovatif maka sudah seharusnya kita bergelut dibidang wirausaha untuk berperan membantu menumbuhkan ekonomi demi Indonesia Emas 2045 dan menuju era society 5.0, bagaimana seharusnya KOPRI memiliki strategi yang _suitable_ dan _sustainable_ untuk berkecimpung di dunia wirausaha?

   KOPRI organisasi kemahasiswaan yang berada di bawah naungan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) tercatat selalu menyumbangkan ide dan gagasannya untuk perkebangan bangsa dan negara. Sekarang, KOPRI harus memiliki strategi dalam dunia wirausaha menuju era society 5.0 diantaranya telah dikemas dengan istilah "TRILOGI KOPRINEUR" adalah strategi wirausaha yang harus dimiliki KOPRI, yaitu ;
1. Memupuk Kemampuan Pribadi di Bidang Wirausaha dan Berdaya Saing
2. Memiliki Inovasi dan Kreasi yang Produktif 
3. Melek IT Untuk Bekal Menuju Era Society 5.0
TRILOGI KOPRINEUR tersebut jika didalami secara konsisten oleh kader KOPRI maka akan menjadi strategi sederhana yang mampu memberikan dampak luar biasa terhadap dunia wirausaha di masa depan dan pertumbuhan ekonomi.

   Terkahir, yang ingin saya sampaikan adalah, KOPRI memiliki jejaring kuat skala nasional bahkan internasional, jika hal itu dimanfaatkan untuk menjadi kekuatan dunia wirausaha, maka bukan tidak mungkin KOPRI menjadi garda terdepan dalam membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan dan meniadakan pengangguran.



Aan Nurul Qomariyah Ketua KOPRI PC. PMII PAMEKASAN 2018-2019

kopri PC PMII Pamekasan Bagi-Bagi Takjil dan Masker




   Ditengah pandemi Covid-19, KOPRI PC PMII Pamekasan menggelar kegiatan sosial berupa pembagian takjil, dan pembagian masker secara gratis sekaligus memberikan himbauan demi mencegah penularan wabah virus Corona (Covid-19). Rabu, 13 Mei 2020. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari kepengurusan KOPRI PC PMII Pamekasan bersama dengan kopri se-Pamekasan sebagai bentuk kepedulian kepada sesama di tengah pandemi covid-19 yang menyebabkan munculnya berbagai problematika di masyarakat.
Selain itu, juga mempererat hubungantali silaturahmi antar sanak keluarga dan orang-orang sekitar. Ketua KOPRI, Sofi Istiani Septiana mengatakan, pembagian takjil merupakan wujud kepedulian keluarga besar KOPRI kepada masyarakat muslim yang berpuasa khususnya bagi masyarakat Pengendara.
  Di dalam ajaran agama Islam sendiri, seperti dikutip dari Buku Saku Sukses Ibadah Ramadhan yang diterbitkan LTN PBNU (2017:21), mengajarkan bahwa orang yang memberi buka puasa dapat memperoleh pahala layaknya orang yang berpuasa tersebut. Seperti dalam sebuah hadis yang berbunyi:


َع ْن َزيْ ِد بْ ِن َخالٍِد ا ْلَُْهِِنى قَا َل قَا َل َر ُسوُل ا صلى الله عليه وسلم « َم ْن فَطهَر َصائًِما َكا َن لَهُ ِمثْ ُل أَ ْجِرهِ


(غَْي َر أَنههُ لاَ يَْن ُق ُص ِم ْن أَ ْجِر ال هصائِِم َشْيئًا » (رواه التُمذى


Artinya: "Zaid bin Khalid Al-Juhani berkata bahwa Nabi Muhammad bersabda, “Barangsiapa memberi buka puasa bagi orang puasa, maka ia mendapatkan seperti pahala orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang yang puasa sedikitpun" (H.R. Tirmizi).
Sementara dalam "Ganjaran Berbagi Takjil untuk Orang Berpuasa", Syekh Said Muhammad Ba’asyin dalam Busyrol Karim mengatakan bahwa orang yang berpuasa disunahkan berbagi sesuatu dengan orang lain untuk buka puasanya meskipun hanya sebutir kurma atau seteguk air. Kalau dengan makan malam, tentu lebih utama.
  Dewi Ummiyati selaku WAKA3 (bidanh keagamaan) KOPRI PC PMII Pamekasan mengungkapkan, bahwa meskipun ramadhan kali ini terasa berbeda namun tidak mengurangi nuansa kedamaian bulan suci ramadhan. Pandemi covid19 membatasi kontak fisik antar sesama bukan berarti membatasi untuk tetap melakukan kegiatan-kegiatan positif dan saling perduli. 
   Kegiatan berbagi ta’jil dilaksanakan oleh 10 pengurus KOPRI PC PMII Pamekasan, kegiatan tersebut dilaksanakan menjelang berbuka puasa pukul 16.30 WIB, takjil dan masker dibagikan kepada para pengguna jalan dan tukang becak yang ada disekitar kawasan pamekasan kota. 
  Tampak pengurus KOPRI PC PMII Pamekasan membagikan takjil namun tetap memperhatikan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19, yaitu dengan menggunakan masker dan menjaga jarak (phsycal distancing). Aksi ini sontak mendapat respons positif dari warga sekitar. Selain bagi-bagi takjil, KOPRI PC PMII Pamekasan bersama juga membagikan masker secara gratis guna penanggulangan wabah virus corona. KOPRI PC PMII Pamekasan juga menyerukan agar masyarakat tetap memperhatikan himbauan pemerintah dan mengikuti protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran wabah virus corona di wilayah Kabupaten Pamekasan.

Pewarta: Ocha SR



Tuesday, May 12, 2020

Peran Perempuan dalam Pendidikan



  Sejatinya perempuan terlahir sebagai sosok fenomenal sepanjang sejarah, sehingga berbagai macam persepsi bermunculan, terlebih di Indonesia sebagai salah satu negara yang menganut budaya patriarkhi - sebuah budaya yang mengidentikkan perempuan sebatas di dapur. Tetapi, seiring perkembangan zaman kini perempuan lebih berani tampil ke publik untuk juga berpartisipasi dan memberikan kontribusinya dalam segala bidang baik politik, budaya, sosial, ekonomi ataupun pendidikan. Perubahan zaman telah membuat perempuan tidak hanya mampu mengemban urusan domestik, namun mereka juga mampu berkontribusi lebih untuk kemajuan bangsa dan negara.
  Perempuan memiliki peranan penting dalam pendidikan untuk mencetak generasi-generasi emas penerus bangsa. Maka, perempuan harus mengupayakan diri untuk mempercantik otak menjadi perempuan yang cerdas sebagai bekal untuk mendidik anak-anaknya, karena seorang ibu cerdas akan melahirkan anak-anak yang cerdas dan kecerdasan tidak dapat diperoleh kecuali dengan proses belajar. 


_Romlatul Hasanah_
Kader Rayon FKIP UIM

Peran Perempuan Di Dunia Parlemen


  Dewasa ini membahas persoalan perempuan sangatlah menarik. Pembahasan mengenai perempuan tidak pernah usai sampai saat ini. Berbicara mengenai perempuan, yang terlintas dipikiran adalah sifat-sifatnya yang lemah lembut, penyayang, dan mudah tersentuh hatinya. Selain itu, terkadang terlintas mengenai sifat-sifatnya yang lemah, cerewet, dam mudah tersinggung. Salah satu topik pembicaraan tentang perempuan yang masih hangat diperbincangkan, utamanya mengenai keterlibatan perempuan dalam politik. Masih banyak terjadi pro kontra tentang hal itu. Sehingga, rendahnya aktivitas perempuan di dalam ranah politik menjadi suatu fenomena yang umum terjadi di berbagai negara. Padahal, keterwakilan perempaun dalam politik akan sangat berpengaruh terhadap berbagai kebijakan publik yang diciptakan, perkembangan demokrasi, dan juga kesetaraan gender. 
  Anggapan bahwa perempuan irrasional atau emosional lah yang menyebabkan perempuan dianggap tidak dapat tampil sebagai pemimpin. Sehingga, muncullah sikap yang menempatkan perempuan pada posisi yang tidak penting. Diskriminasi perempuan tidak hanya terjadi di tempat kerja, namun juga dalam rumah tangga, masyarakat atau kultur, dan bahkan negara. Semua itu terjadi karena perbedaan pandangan mengenai gender.
  Hal diatas menjadi salah satu alasan lahirnya gerakan feminisme yang memiliki kepedulian untuk memperjuangkan nasib kaum perempuan. Feminisme terlahir dari asumsi dan kesadaran bahwa kaum perempuan pada dasarnya ditindas dan dieksploitasi, serta harus ada upaya mengakhiri penindasan dan pengeksploitasian tersebut.Upaya penghapusan terhadap segala bentuk diskriminasi perempuan sebenarnya sudah dilakukan sejak lama, yaitu sejak 18 Desember 1976 melalui forum Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang selanjutnya dirumuskan dalam bentuk konvensi pada bulan Maret 1980, dan diberlakukan secara resmi sejak tanggal 3 September 1981. 
 Indonesia juga ikut serta memberikan peluang besar bagi perempuan, khususnya perempuan Indonesia untuk mendapatkan hak-hak politik yang sama dengan laki-laki. Keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30% dalam politik menjadi ketetapan pemerintah yang harus dipatuhi oleh partai politik sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang No.12 Tahun 2003 Pasal 65 Ayat 1. Walaupun realitanya sampai saat ini ketetapan tersebut belum sepenuhnya terealisasi dengan baik dan perempuan tidak mengambil kesempatan untuk berperan.
   Kaum perempuan dituntut untuk dapat terlibat ataupun terjun langsung dalam perjuangan. Karena, memberikan keyakinan saja kepada laki-laki itu tidaklah cukup. Tinggal bagaimana perempuan memilih dan bertindak. Nasib perempuan ditentukan oleh mereka sendiri. Kesadaran perempuan Indonesia untuk berjuang bukanlah sesuatu yang baru. Setelah Indonesia merdeka, perjuangan perempuan melalui partai politik semakin gencar, yaitu dengan dibentuknya Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia). Organisasi ini secara eksplisit bergerak di medan feminisme serta mendukung politik Soekarno yakni anti neokolonialisme dan imperialisme. Yang pada masa orde baru, gerwani mengalami kemunduran dan berdampak terhadap kemunduran organisasi perempuan serta peran perempuan di ranah politik di Indonesia. 
  Pasca reformasi tahun 1999, gerakan politik perempuan mulai bangkit lagi. Terbukti dengan Beberapa agenda yang diusung dengan tujuan untuk melakukan penyadaran perempuan agar kembali berpartisipasi dalam politik misalnya dengan mendorong partai peserta pemilu untuk lebih memperhatikan kepentingan perempuan serta mendorong keterlibatan perempuan lebih banyak dalam partai politik dan lembaga legislatif. Sehingga lahirlah Undang-Undang 31 tahun 2002 tentang Parpol dan Undang-Undang No.12 tahun 2003 tentang keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30% dalam politik. Selanjutnya, dalam UU No.10 Tahun 2008 tentang pemilupun juga demikian. Yaitu, kuota 30% bagi perempuan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Dukungan pemerintah terhadap partisipasi perempuan di ranah politik juga semakin diperkuat dengan lahirnya UU No. 2 Tahun 2011 tentang Parpol dan UU No. 8 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan pemilu DPR, DPD, dan DPRD. Berbagai aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah menjadi bukti perhatian seriusdari pemerintah terhadap kondisi perempuan dalam bidang politik. 

   Dengan hal tersebut, inilah awal babak baru untuk menata kembali perpolitikan Indonesia. Dengan semakin terlibatnya peran perempuan di dunia politik dan menduduki parlemen, setidaknya sikap ataupun hal-hal yan tidak dimiliki oleh politikus laki-laki, akan dilengkapi serta disempurnakan oleh politikus perempuan. Tentunya, perempuan yang memang benar-benar kompeten dan bertanggung jawab di ranah politik. Bukan sembarang orang yang dengan mudah keluar masuk di dunia perpolitikan. Profesionalisme ataupun komitmennya lah yang harus menjadi tolok ukur pertama dalam tahap penyeleksian anggota-anggota politik. Dengan adanya peran perempuan di perlemen akan menghilangkan stigma streotype yang meligitimasi perempuan  dalam masyarakat.
  Keterwakilan perempuan di dunia perlemen sangat dibutuhkan peran dan kontribusinya untuk memajukan peradaban bangsa. Pemerintah sudah memberikan kuota 30% kepada perempuan untuk menduduki kursi perlemen baik dalam wilayah daerah maupun pusat daerah. Undang-undang dan kebijakan yang di berikan oleh pemerintah merupakan bias gender yaitu kesadaran dari masyarakat khususnya pemerintah dengan begitu pentingnya peran perempuan dalam sektor politik dan perlemen dikarenakan perempuan-perempuan masa kini telah membuktikan kompetensi dan profesionalitasnya dalam berbagai aspek multisektor.
  Sejarah menjadi bukti, bahwa kehadiran perempuan telah membawa angin segar bagi kemajuan bangsa. Kisah pejuang wanita yang berani bertempur melawan Belanda, seperti Cut Nyak Dien, Cut Meutia, Nyi Ageng Serang, Christina Marta Tiahahu, Dewi Sartika, dan perjuangan dalam melek pendidikan juga dipelopori oleh RA Kartini. Walaupun pada saat itu, perempuan masih dianggap belum pantas duduk setara dengan laki-laki. Kisah-kisah mereka menjadi sumber inspirasi, dikenang dalam sejarah dunia dan menjadi dorongan semangat bagi perempuan, utamanya kaum pemudi.
  Bukti lain mengenai peran perempuan, yaitu Cleopatra di Mesir yang dikenal sebagai  perempuan kuat, ganas dan cerdik, Semaramis, Syajarat ad-Dur, permaisuri al-Malik ash-Shalih al-Ayyubi- ratu Mesir, Margaret Tathcher di Inggris, dan Indira Gandhi di India. Mereka menjadi bukti bahwa kepemimpinan perempuan di berbagai negara mengalami kesuksesan, bahkan melebihi kepemimpinan laki-laki dan setidaknya dapat menolak asumsi bahwa perempuan tidak memiliki sumbangsih yang penting terhadap kehidupan politik atau aktivitas yang menyangkut nasib orang banyak. Partisipasi perempuan dalam dunia politik setidaknya akan menghapus diskriminasi perempuan dan menciptakan dunia yang baru, yaitu dunia yang bebas dari diskriminasi. Perlu diketahui juga bahwa perempuan yang berpartisipasi di dunia politik memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pendapatan rumah tangga. 
  Tidak ada alasan ataupun larangan bagi perempuan untuk menjabat sebagai pemimpin ataupun kepala negara dengan catatan ia memang kompeten ataupun mampu dalam bidang kepemimpinan. Karena peluang bagi perempuan untuk menjabat kepala negara sudah terbuka lebar. Sudah banyak contoh perempuan-perempuan hebat yang didukung dan dipercayai oleh masyarakat untuk berperan di perlemen karena kompetensi dan profesionalitas yang dimilikinya seperti Khofifah Indar Parawansa yang menjabat sebagai gubernur Jawa timur, Puan Maharani yang menjabat sebagai Ketua DPR RI, Tri Rismaharini yang menjabat sebagai walikota surabaya dan masih banyak figur perempuan hebat masa kini yang menjabat dan menduduki perlemen.
 Maka untuk menjadikan peremuan berkontribusi dalam kebijakan melalui politik, perempuan harus memiliki kemampuan dalam perpolitikan. Pentinganya perempuan belajar ilmu politik dan perkembangannya yaitu untuk menumbuhkan kesadaran politik dan mendidik karakteristik manusia yang kenyang dengan jiwa demokrasi. Dengan memiliki kualifikasi keilmuan politik ini, perempuan dan generasi selanjutnya bisa memahami dan mengambil peluang dari berbagai aspek dengan menggunakan berbagai sarana seperti diskusi non formal, ceramah-ceramah, pelatihan-pelatihan, dan partisipasi dalam kegiatan politik sehingga akan mewujudkan sumber daya manusia yang berwawasan luas dan beretika dalam berpolitik.  Perempuan yang sudah memiliki keilmuan di bidang politik ini akan lebih semangat dan sudah mempersiapkan diri untuk menjadi politikus perempuan yang tangguh dan kompeten. 
   Harapan besar untuk perempuan kedepannya, Tetaplah semangat bermimpi dan beranilah untuk mewujudkannya. Ambilah peran dan isilah ruang yang sudah diberikan pemerintah untuk kemajuan peradaban. Dengan berbekal kemampuan dan semangat juang yang tinggi serta kesadaran perempuan, maka berperan di dunia perlemen politik bukan hanya semata menjadi pelengkap partai politik melainkan memang suatu tugas suci yang mulia untuk berperan dan berkontribusi di bidang politik dalam mewakili perempuan- perempuan dan masyarakat untuk membuat suatu kabijakan yang baik untuk Perempuan dan masyarakat demi keberlangsungan serta kemajuan pembangunan negara. 



Sofi Istiani Septiana
Kertua Kopri PC PMII Pamekasan

Monday, May 11, 2020

GERAKAN MAHASISWA, APA YANG DIBELA?


AGUS MULYONO HERLAMBANG
    Agus Mulyono Herlambang atau biasa dipanggil Agus Herlambang adalah seorang aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang terpilih sebagai Ketua Umum PB PMII periode 2017-2019 saat Kongres di Palu, Sulawesi Tengah. Dimana tumbuh kembangnya selalu mengenyam pendidikan pesantren dan berkecipung di berbagai organisasi. Ia lahir di Indramayu, 17 Juni 1988.
    "Melihat gerakan mahasiswa belakangan hari ini, pmii mempunyai spirit yang sama untuk bagaimana menyikapi pemerintah ini tetap kuat dan bijak, namun tentunya ada perbedaan perspektif dan sudut pandang yang memang harus untuk kita hormati. Terkait adanya perbedaan sikap dan perspektif tersebut sudah menunjukkan bahwasanya di alam demokrasi menjadi suatu hal yang lumrah dan biasa. Pmii memang sangat intens dalam menjaga semangat reformasi, dan reformasi itu intinya tidak boleh ada satu lembaga satupun di negeri ini yang terlalu support power, harus ada mekanisme kontrol yang sebenarnya." Tuturnya saat di CNN Indonesia Breaking News.
    sebuah gerakan mahasiswa haruslah merupakan suatu aksi massa. Didahului oleh rapat umum yang dihadiri oleh puluhan atau ratusan bahkan ribuan mahasiswa, demonstrasi mahasiswa yang membawakan suara hati nurani rakyat, didukung oleh seluruh masyarakat mahasiswa dalam jiwa dan semangat persatuan dan kesatuan. Harus dikoordinir secara resmi, melalui saluran organisasi mahasiswa, sedapat mungkin yang mencerminkan mufakat bulat antara seluruh organisasi mahasiswa ekstra dan intra universitas. 
    Gerakan mahasiswa bisa terjadi di dalam kampus atau bisa di luar kampus. Hanya saja memang tidak perlu semua mahasiswa terlibat. Pada umumnya, para aktivis mahasiswalah yang bergerak. Aktifis di sini diartikan sebagai pemuda (mahasiswa) yang selain studi juga giat di dalam kelompok-kelompok diskusi, Lembaga Swadaya Masyarakat serta organisasi-organisasi ekstra dan intra universitas.
    Hakekat dari gerakan mahasiswa pada umumnya adalah perubahan. Ia tumbuh karena adanya dorongan untuk mengubah kondisi kehidupan yang ada untuk digantikan dengan situasi yang dianggap lebih memenuhi harapan, yang sekiranya kebenaran dan keadilan itu benar adanya dan nyata keberlakuannya.


oleh Raya FR
Kader PMII Rayon Mandilaras

Perempuan yang Berperan Bukan Baperan





    Perempuan harus memiliki peran di masa kini. Tidak akan mampu bergerak kompilasi tidak paham diri sendiri dan tugas yang diemban. Kurangi bawa perasaan, perempuan sebagai individu yang merdeka harus mampu meningkatkan diri. Bawa perasaan (baper) merupakan hal yang berlebihan. Sebenarnya, terkait perasaan merupakan fitrah. Pasti semua orang memiliki perasaan pada lawan jenis. Berharap memang punya kelainan, kemudian tidak bisa diterima. Tapi tidak lah mudah karena peran kita sebagai perempuan harus bersikap profesional didalam bertindak dan bersikap. Perasaan harus diolah dan dikontrol, Ketahui terlebih dahulu karakteristik diri untuk mengendalikan perasaan. Selanjutnya, arahkan hati dan pikiran pada hal-hal yang positif.


    Minside dari masyarakat, perempuan selalu dinarasikan tentang perempuan adalah hanya kasur, Sumur dan dapur. Dan yang menarasikan terkadang perempuan sendiri. Maka dari itu kita sebagai perempuan harus bisa berperoses dan bercita-cita, Karena perempuan harus bisa berpendidikan tinggi . Prinsip sekecil apapun upaya yg kita lakukan utk menuju pergerakan perempuan, pasti akan sampai pada tujuan.yg utama mantabkan hati luruskan niat bahwa yg kita lakukan semata menuju Ridholloh dan memaksimalkan tgs diri sbg _kholifatul fil ardh_


    Kesadaran perempuan untuk terlibat aktif di segala lini dinilai penting dan wajib untuk menjadi tolak ukur perempuan inspiratif. Karena Perempuan adalah tonggak perubahan Bangsa maka koprilah yg harus menjadi garda terdepan dalam berperan. 


    Kader perempuan harus berani mengambil peran Ditambahkan, perempuan mempunyai peran tersendiri dalam membingkai isu-isu gender yang menyebar di masyarakat. Branding capaian atau keberhasilan seorang perempuan diharapkan bisa terpublikasi. Ini supaya minside masyarakat yang mendiskreditkan peran perempuan dapat ditepis melalui karya dan prestasi.


Putri Maisarah
bendahara kopri as-syafi'ie Komisariat Unira

Sunday, May 10, 2020

PEREMPUAN BERDEMOKRASI


ANGGIA WARDANI SAFITRI

KETUA KOPRI RAYON KHALID BIN WALID

    Perempuan merupakan salah satu ciptaan tuhan dengan segala bentuk keindahannya untuk menjadi pelengkap kebutuhan nabi adam dahulu dengan hadirnya ibu kita hawa, serta karakteristik yang melekat dalam diri perempuan  bahwa kelembutan dengan segala bentuk kehormatan yang menjdi hakikat dan menjadi kekukuhan martabat dalam diri perempuan itu sendiri yang sudah tertuang sejak pengilhaman dan tanpa kita pungkiri bersama bahwa kehadiran kedua biologisnya sejak awal sudah membentuk indikasi pengenalan dan pemahaman yang berbeda diataranya. 
    Namun pada hari ini Perempuan bukan lagi harus berekspremental seperti apa yang di perjuangkan oleh ibu kartini tentang bagaimana mendapatkan sebuah “kebebasan” dengan segala bentuk kemauan untuk merevolusionerkan   konsep dan struktur sosial dalam mencari lembaga-lembaga kehidupan yang sebenarnya untuk dilaksanakan oleh seorang perempuan itu sendiri. Namun bagaimana perempuan hari mampu menyesuaikan dengan zamannya dalam bertindak  tentang bagaimana harus mempertahankan apa yang sudah di di kobarkan oleh perempuan-perempuan hebat pada masanya saat itu. tentang peradaban tersebut bagaimana kondisi gender indonesia pada saat itu memang harus betul-betul bersigap dan bersijingkat dengan konsep keetelektual yang keras. Perempuan demokrasi hari ini sudah bisa uraikan dengan penuh keyakinan bahwa perempuan hanya tinggal mengembangankan apa-apa yang di bangun idiologi oleh para pahlawan gender tentang paradigma domokrat, mengenai kebebasan dalam pengambilan keputsan nasional maupun kesejahteraan sesama kaumnya dengan tetap menanamkan kepercayaan bahwa apa yang kita tuangkan melalui ide gagasan dengan telalah yang baik maka kita akan memperoleh hasil yang sesuat ketetapan pada hakikatnya.

    Dan yang harus di pertahankan lagi oleh perempuan adalah kultur tentang bagaimana wanita bersikap sesuai dengan kontrat lahirnya agar dalam pencarian jati dalam diri wanita yang sebenarnya tidak hancur dan terhinakan oleh tindakan yang di lakukannya sendiri karena hanya tidak sadar harus bagaimana kedudukan wanita baik dalam konteks agama, sosial, pendidikan, dan memperjuangkan ketahan bangsa dan negara. Selanjutnya ialah perempuan bagaimana harus mampu menciptakan sepak terjang baru yang lebih produktivitas yang sekiranya menunjang terhadap ketahanan kaum perempuan meskipun tidak akan pernah selesai perdepatan terhadap pro dan kontra atas perbedaan yang ada khususnya gender. Meski demokrasi tidak menjamin tidak akan selalu menjamin kebebasan perempuan namun setidaknya perempuan mampu mendemonstrasikan dirinya sendiri sebelum halak umum. 


JADILAH BUNGA REVOLUSI

YANG HARUMNYA SAMPAI MERUBAH

PERADABAN..........!



Saturday, May 9, 2020

Merebut Peluang Untuk Berperan



Oleh: Mafluhah Zainal

    Perempuan adalah mahluk Allah yang istimewa, ia di ibaratkan seperti berlian. Hal ini telah di sebutkann dalam hadis nabi “Dunia adalah perhiasan , sebaik baik perhiasan adalah wanita shalihah” (HR Muslim no 1467). Perhiasaan merupakan barang berharga yang sepatutnya dijaga namun bukan berarti perempuan nilainya disetarakan dengan barang. Perhiasan yang dimaksud adalah bagian dari ciptaan tuhan yang luar biasa indahnya, dan yang paling indah dan sangat bernilai adalah perempuan shalihah yang menjaga harkat dan martabatnya sebagai seorang hamba. 
    Menjadi seorang pemimpin perempuan mungkin bisa dibilang jarang dan sangat sulit ditemui namun tidak mustahil perempuan menjadi pemimpin. Banyak sekali tokoh perempuan yang menginspirasi dan membuat perubahan yang patut di  contoh oleh perempuan millenial saat ini. Seperti bagaimana dulu kisah Ratu bilqis yang memimpin kerajaan dan kisahnya di abadikan dalaam Al-Qur’an surah Al-An’am ayat 23-44. Selain itu ada Siti Aisyah yaitu seorang perempuan yang paling banyak meriwayatkan hadis nabi dan juga di kisahkan memimpin Perang Jamal antara golongan Ali dan golongan Aisyah. Ada pula sitti khadijah yang merupakan perempuan yang sangat sukses dalam wirausaha. Kisah perempuan di indonesia juga sangaat banyak seperti  Cut Nyak Dien, Cut Meutia dan Laksamana Malahayati yang memimpin pasukan perang melawan penjajah Belanda di Bumi Aceh. Mereka mengatur strategi dan taktik sekaligus ikut mengangkat senjata. Ada juga yang sangat terkenal yaitu RA.Kartini yang memperjuangkan perempuan Indonesia di bidang pendidikan. Hal itu membuktikan bahwa memandang seorang perempuan harus secara objektif, artinya tidak haanya memandang sebelah mata yang menganggap perempuan itu lemah.

    Lemah lembut bukan berarti lemah yang tidak berdaya. Beberapa sisi feminis memang melekat dalam diri seorang perempuan, sebaginana sisi maskulin pada laki-laki. Namun hal yang bersifat kodrati jelas tidak membatasi perempuan untuk juga ambil peran dalam ranah publik. Doktrin patrialkal yang seakan-akan membuat perempuan dan laki-laki mempunyai sudut yang jauh, laki-laki dengan sisi maskulinnya dianggap lebih tangguh untuk memimpin, padahal perempuan juga mampu memimpin tanpa meninggalkan sisi feminisnya. Pola kepemimpinan bukan hanya bergantung pada jenis kelamin, namun kualitas kepemimpinannya. Di zaman millenial ini perempuan sudah bisa mengkases berbagi macam hal , masalah keseteraan sudah terpampang jelas di depan mata , masalah pendidikan perempuan sudah menikmatinya dengan layak dan lain hal sebagainya perempuan sudah bisa berkicimpung dengan bebas, namun yang menjadi masalah yaitu perempuannya sendiri yang tidak mau berusaha, para perempuaan masih terjebak dalam zona nyaman dan masih selalu memikirkan hal hal negatif yang membuat pikirannya stagnan, hal itu yang saat ini menjadi masalah yang perlu kiranya untuk di buang agar tidak menjadi boomerang bagi kelangsungan hidup perempuan kedepan.


Perempuan masa kini harus bisa menjadi produktif inovatif dan kreatif terhadap tantangan zaman dengan memenfaatkan setiap kesempatan yang di berikan dengan sebaik baiknya . bukan hanya karena zaman sudah  millenial namun malah mengikuti kesenangan dan egosentris semata. Tidak mau bergerak dan tidak mau berusaha menciptakan suatu inovasi agar perempuan maampu bersaing dengan laki laki itu SALAH BESAR. Seharusnya menjadi perempuan di era millenial ini bisa menjadi perempuan yang multi talent dan mengembangkan apa yang di milikinya dengan teknologinyang ada.


    Menjadi perempuan berdikari dalam zaman millenial ini sangat gampang karena sudah banyak sekali lowongan yang harus di isi dan di manfaatkan. Misalnya dalam bidang ekonomi, seorang perempuan bisa bergerak aktif dalam kemandirin ekonomi dengan melakukan berbagi macam hal di antranya menghidupkan ekonomi kreatif dengan kemampuan yang di miliki, bisa melakukan kegiatan perekonomian online atau menciptakan suatu hal yang baru yang bisa di senangi oleh orang banyak.hal ini tergantung bagaimana seorang perempuan melihat potensi yang bisa di manfaatkan.


    Dalam bidang sosial perempuan bisa melakukan berbagai macam kegiatan dengan terjun langsung kepada masyarakat, mengikuti kegiatan kegiataan sosial, bergabung dengan organisasi organisasi perempuan atau organisasi sosial setempat yang tujuaanya sudah jelas untuk pemberdayaan, misalnya mengikuti PKK , karang taruna dan organisasi sosial lainnya. Dalam bidang pendidikan juga sama halnya dengan bidang sosial misalnya dengan mengadakan sosialisasi terhdap lingkungan sekitar mengajari anak anak kecil sekitar rumah , membangun perpustakaan dan lain sebagainyaa, intinya seorang perempuan tidak pasif namun selalu aktif dalam berbagai situasi , tanggap dan cakap dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan


    Dimulai dari hal kecil yang nantinya akan berdampak besar bagi regenerasi bangsa yang tangguh dan lebih dewasa memaknai gender. Gerakan yang bersifat konsisten dengan output positif yang jelas. Dalam berbagai bidang, lini, dan sektor, perempuan harus selalu masif mengawal perubahan dan pembenahan bangsa. Jangan hanya perpangku tangan menunggu sisa-sisa posisi para laki-laki, mereka tidak akan dengan suka rela memberikannya. Rebut dengan memperbaiki kualitas diri, lebih kompeten dalam berbagai bidang. Untuk membangkitkan semangat  menuju hal yang di inginkan seorang perempuan harus bisa melawan dirinya sendiri. Percaya pada kemampuan yang di miliki menghilangkan pikiran pikiran negatif dalam diri dan membangun kekuatan untuk bisa terlepas dari zona nyaman sekaligus tetap berdoa kepada yang maha kuasa sehinnga kehidupan perempuan bisa memberikan kemaafatan dan kontribusi yang jelas untuk diri sendiri lingkungan sekitar dan masyarakat umum.

Thursday, May 7, 2020

Menumbuhkan Semangat Kader Kopri Untuk BerPMII


KHOFIFAH INDAR PARAWANSA M.Si.
MENUMBUHKAN SEMANGAT KADER KOPRI UNTUK BERPMII


     Khofifah Indar Parawansa (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 19 Mei 1965; umur 54 tahun) adalah Gubernur Jawa Timur yang menjabat sejak 13 februari 2019. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Sosial Indonesia ke-27 yang menjabat sejak 27 Oktober 2014-17 Januari 2018, beliau  mulai menyita lampu sorot panggung politik tanah air setelah sosoknya tampil berbicara pidato pernyataan sikap Fraksi Persatuan Pembangunan (F-PP) dalam sidang umumnya MPR 1998 silam. Keberanian, sekaligus kecerdasan, Parawansa dalam menghadapi kritik terhadap pelaksanaan rezim Orde baru yang tengah berkuasa sekaligus menjadikan sosoknya sebagai politikus yang sangat di segani di tanah air. 
     Beliau bukan hanya pernah menjabat sebagai Menteri Sosial tetapi beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua Cabang PMII perempuan se-Indonesia bahkan ia mengaku cukup lama aktif di PMII sampai pernah menjabat menjadi ketua Kopri ( Korp PMII Putri) dimasa alm. Iqbal Assegaf. Sosoknya lah yang mampu menginspirasi begitu banyak perempuan di masa sekarang khususnya Kopri itu sendiri keteguhan dan keberanian bahkan kecerdasaanya untuk terus maju mampu ia capai sampai saat ini.
   “saya berharap bahwa pmii tetap membawa misi-misi progresif membangun negeri dengan seluruh produktifitas yang mereka bisa lakukan sebagai seorang mahasiswa” ungkapnya", ujarnya. Hal itu menunjukkan kepedulian terhadap generasi penerusnya untuk tetap merawat nilai-nilai keindonesiaan dan keislaman. Citranya dalam gerakan publik merupakan cambuk semangat bagi kader puteri di PMII agar juga ambil peran dalam berbagai sektor. Bagaimana gender bukan hanya disajikan dalam bentuk-bentuk wacana dalam ritual seremonial, namun juga gerakan dan kontribusi nyata bagi negara dan bangsa tanpa menghilangkan sisi yang melekat dalam diri perempuan. Posisi perempuan dalam ranah publik bukan lantas diberikan secara cuma-cuma atau menunggu orang lain untuk memberikannya, namun kualitas harus terus ditingkatkan agar dapat bersaing secara kompetitif. Keberadaan perempuan bukan hanya untuk menerima sisa kedudukan kaum lainnya, namun karena perempuan juga pantas mendapatkan posisi strategis dengan kualitas yang dimilikinya. Konsep patriarkal tidak bisa dilawan hanya dengan wacana gender, namun gerakan yang masif, terarah, dan konsisten. 

Oleh Sahabat Titin (Kader PMII Rayon Fakultas Syariah) 

Tuesday, May 5, 2020

Kaca Mata Pandang Aswaja Mengenai Gender


Kaca Mata Pandang Aswaja Mengenai Gender


Oleh: desita_twd


     Perempuan selalu saja menjadi bahan pembicaraan atau topik pembahasan, baik di ranah sosial, politik maupun ekonomi. Perempuan dianggap lebih pantas di ranah domestik (keluarga) dari pada terjun ke ranah publik. Hal ini yang menyebabkan adanya gerakan-gerakan feminisme (gerakan perempuan) untuk menggugat haknya. Berbicara perempuan tidak lepas dari gender, karena gender merupakan sebuah konstruksi sosial yang dapat dipertukarkan atau peran laki-laki dan perempuan yang bisa dipertukarkan. Di Indonesia problem (masalah) gender sering diperbincangkan terlebih mengenai masalah kesetaraan dan keadilan. Seyogianya gender lebih merujuk pada makna keadilan bukan kesetaraan, karena laki-laki dan perempuan sampai kapan pun tidak akan pernah setara. Di dalam Islam saja, Al- Quran sudah mengakui adanya perbedaan antara laki-laki dan perempuan, termasuk dalam kehidupan bermasyarakat bahwa perbedaan tersebut bukan sebuah bentuk diskriminasi, melainkan untuk mendukung obsesi Al-Quran guna terciptanya hubungan harmonis yang didasari dengan kasih sayang. Di PMII khususnya di KOPRI (Korps PMII Putri) mewadahi kaum perempuan yang ada di PMII dengan segala kelebihan dan kekurangannya. KOPRI mengenalkan kaderisasi formal seperti SIG atau yang bisa disebut dengan Sekolah Islam dan Gender yang mana mengenalkan hakikat gender yang tentu tidak sampai menyalahkan kodratnya perempuan yang acapkali sering didikotomi. Bahkan aswaja pun (Minhajul fikr) bagi warga PMII, manifestasinya untuk mengatasi masalah gender, bukan bahan untuk mendikotomi.



Aswaja Sebagai Minhaj Al-Fikr

     Aswaja sebagai minhaj al-fikr (landasan berpikir) di PMII. Secara basis intelektual kita harus berlandaskan pada 4 prinsip yang ada di dalamnya supaya terhindar dari sikap sikap tatharruf (ekstrim) yang kerap kali condong ke kiri ataupun ke kanan. Ada beberapa prinsip aswaja yaitu tawasut (moderat), dimana sikap yang tidak terlalu condong ke kiri maupun ke kanan. Ketika ada suatu permasalahan, kita menggunakan prinsip moderat ini untuk mengetahui kebenarannya sehingga manifestasinya tidak terlalu membela yang satunya, dalam artian harus sama rata. Tawazun (seimbang) dimana pengetahuan harus berbekal buku dan Al-Qur’an dan juga hadist. Ketika membaca buku filsafat atau buku aliran barat kita harus menyeimbangkan dengan dasar pengetahuan Islam. Ta’adul (adil), dalam artian tidak selalu sama yaitu adil sesuai dengan proporsinya. Tasamuh (toleransi), toleransi sangat penting dalam beragama, berbangsa dan bernegara. Untuk menciptakan bangsa yang aman dan damai perlu adanya toleransi yang sangat tinggi. Mengaca pada bangsa kita yang beragam budaya, suku, agama dan rasnya. Prinsip aswaja ini sangat cocok untuk mengatasi permasalahan yang ada di dunia ini, sehingga dijadikan sebagai minhaj al-fikr.


Manifestasi Nilai Aswaja Dalam Mengatasi Masalah Gender.

     Ada beberapa prinsip aswaja yang sangat berkaitan dengan permasalahan gender. Di aswaja sudah terdapat moderat yaitu ditengah-tengah (tidak terlalu condong ke kanan maupun ke kiri). Dimana dalam gender kaum laki-laki tidak boleh mendiskriminasi kaum perempuan dan menganggap mereka lemah seperti kalau perempuan layaknya berada dirumah tidak perlu ke ranah publik. Hal itu yang dimaksud mendiskriminasi seorang perempuan. Seyogianya mereka mencari jalan tengah dari permasalahan itu bukan malah mendiskriminasi. Sama dengan prinsip Ta’adul yaitu adil sesuai dengan istilah gender yang menekankan pada keadilan. Perempuan sebenarnya tidak menuntut kesetaraan tetapi lebih kepada adil. Dimana adil ini ketika seseorang laki-laki mendapatkan pendidikan, perempuan harus sama juga. Karena Allahmenyuruh umatnya untuk menuntut ilmu. Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan. Setidaknya adil disini bisa membuat perempuan mendapatkan haknya. Selain itu prinsip tawazun yaitu berimbang sebagai kaum feminis, kita tidak semerta-merta mengikuti kaum feminis barat dengan teorinya yang liberal. Hal itu harus diseimbangkan dengan ajaran agama Islam, sehingga ketika menuntut hak kita sebagai perempuan tidak melebihi kodrat kita sebagai perempuan. Hal ini bertujuan agar tidak ada perpecahan dan kekerasan antara laki-laki dan perempuan. Selanjutnya prinsip toleransi, yaitu kita harus mempunyai toleransi yang tinggi sesama manusia. Hal ini berkaitan dengan hablum minannas, yaitu hubungan manusia dengan manusia. Dalam gender perlu adanya toleransi yang sangat tinggi antara laki-laki dan perempuan. Ketika ada perempuan menjadi seorang pemimpin, kaum laki-laki tidak perlu menjudge kaum perempuan. Karena kita sama sebagai khalifah dimuka bumi, dan dalam islami tidak ada ayat yang melarang kaum perempuan terjun dalam dunia perpolitikan. Selagi perempuan itu tidak menyalahi kodratnya sebagai perempuan hal itu sah-sah saja, dan aswaja sangat menghargai adanya gender. Oleh karena itu ketika kita menerapkan 4 prinsip aswaja ini dalam gender maka kaum laki-laki dan perempuan akan damai tidak ada perseteruan atau konflik yang mendebatkan persamaan hak atau kedudukan laki-laki dan perempuan. Karena sejatinya perempuan dan laki-laki itu sama yang membedakan hanyalah ketaqwaannya.Sudah jelas bahwa gender disini lebih mengarah pada kata keadilan dimana memberikan ruang untuk perempuan. Dalam kaca mata pandang aswaja, gender diberikan ruang dan diperbolehkan, karena terdapat beberapa nilai seperti moderat, seimbang, toleransi dan juga keadilan. Nilai-nilai tersebut kemudian di manifestasikan dalam menghadapi permasalahan gender, agar tidak ada lagi perdebatan mengenai kesetaraan dan keadilan gender.

Sunday, May 3, 2020

Ki Hajar Dewantara; Aktor Utama Dalam Dunia Pendidikan


Ki Hajar Dewantara; Aktor Utama Dalam Dunia Pendidikan




Ki Hajar Dewantara terlahir dengan nama Raden Mas Suwardi Suryaningrat pada 2 Mei 1889. Beliau berasal dari lingkungan keluarga keraton, tepatnya pura Pakualaman, Yogyakarta. Ki Hajar Dewantara merupakan cucu dari Sri Paku Alam III, sedangkan ayahnya bernama K.P.H. Suryaningrat dan Ibundanya bernama Raden Ayu Sandiyah yang merupakan buyut dari Nyai Ageng Serang, seorang keturunan dari Sunan Kalijaga. Raden Mas Suwardi Suryaningrat kemudian berganti nama di usia yang ke 39 tahun, menjadi Ki Hajar Dewantara. Lingkungan hidup pada masa Ki Hajar Dewantara kecil, sangat besar pengaruhnya terhadap jiwanya yang sangat peka terhadap kesenian dan nilai-nilai kultur maupun religius.


Setelah berganti nama dengan Ki Hajar Dewantara dapat leluasa bergaul dengan rakyat kebanyakan. Sehingga dengan demikian perjuangannya menjadi lebih mudah diterima oleh rakyat pada masa  itu. Ki Hajar Dewantara meninggal dunia pada tanggal 26 Apri 1959, di rumahnya Mujamuju Yogyakarta. Tanggal 29 April, jenazah Ki Hajar Dewantara dipindahkan ke pendopo Taman Siswa. Dari pendopo Taman Siswa, kemudian diserahkan kepada Majelis Luhur Taman Siswa. Dari pendopo Taman Siswa, jenazah diberangkatkan ke makan Wijaya Brata Yogyakarta. Dalam upacara pemakaman Ki Hajar Dewantara dipimpin oleh Panglima Kodam Diponegoro Kolonel Soeharto. Tanggal 28 November 1959, Ki Hajar Dewantara ditetapkan sebagai “Pahlawan Nasional”. 


Tanggal 16 Desember 1959, pemerintah menetapkan tanggal lahir Ki Hajar Dewantara, 2 Mei sebagai “Hari Pendidikan Nasional” berdasarkan keputusan Presiden RI Nomor 316  tahun 1959. Sebagai tokoh nasional yang dihormati dan disegani baik oleh kawan maupun lawan, Ki Hajar Dewantara sangat kreatif, dinamis, jujur, sederhana, konsisten, konsekuen dan berani. Wawasan beliau sangat luas dan tidak berhenti berjuang untuk bangsanya hingga akhir hayat. Perjuangan beliau dilandasi dengan rasa ikhlas yang mendalam, disertai rasa pengabdian dan pengorbanan yang tinggi dalam mengantarkan bangsanya ke alam merdeka.


Pendidikan Ki Hajar Dewantara, selain mendapat pendidikan di lingkungan Istana Paku Alam, Ki Hajar Dewantara juga mendapatkan pendidikan agama dari pesantren Kalasan di bawah asuhan KH. Abdurahman. Ki Hajar Dewantara juga mendapat pendidikan formal antara lain: ELS (Europeesche Legere School). Sekolah Dasar Belanda III. Kweek School (Sekolah Guru) di Yogyakarta. STOVIA (School Tot Opvoeding Van Indische Artsen) yaitu sekolah kedokteran yang berada di Jakarta. Pendidikan di STOVIA ini tidak dapat diselesaikan, karena Ki Hajar Dewantara sakit selama 4 bulan. 


Adapun karya-karya Ki Hajar Dewantara antara lain adalah: buku bagian pertama: tentang Pendidikan, buku bagian kedua: tentang Kebudayaan, buku bagian ketiga: tentang Politik dan Kemasyarakatan, buku bagian keempat: tentang Riwayat dan Perjuangan Hidup Penulis: Ki Hajar Dewantara.


Ki Hajar Dewantara, pendidik asli Indonesia, mempunyai pemikiran cerdas dalam memberikan solusi atas kegelisahan rakyat terhadap kondisi pendidikan yang terjadi saat itu, sebagaimana digambarkan dalam asas-asas pendidikan yang diterapkan pada sekolah Taman Siswa yang didirikannya jauh sebelum Indonesia mengenal kemerdekaan.


Saat ini kegelisahan rakyat terhadap kondisi pendidikan muncul kembali. Indikasinya terlihat pada kegagalan membangun manusia yang utuh. Terbukti adanya kebijakan pendidikan karakter yang menunjukkan bahwa pendidikan hanya mampu membangun manusia ‘pintar’ yang tidak cerdas lahir dan batin. Belum lagi bicara kualitas pendidikan. Konon, mutu pendidikan Indonesia kini berada di urutan ketujuh dari 10 negara di Asia Tenggara, dan urutan 124 dari seluruh negara di dunia.


Padahal menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan itu dilaksanakan dalam rangka kesempurnaan hidup manusia. Sedangkan manusia memiliki daya jiwa yaitu cipta, karsa dan karya. Maka kesempurnaan hidup manusia itu jika terdapat pengembangan semua daya secara seimbang. Pengembangan yang terlalu menitikberatkan pada satu daya akan menghasilkan ketidakutuhan perkembangan sebagai manusia. Dan ternyata pendidikan sampai sekarang hanya menekankan pada pengembangan daya cipta, dan kurang memperhatikan pengembangan olah rasa dan karsa. Jika berlanjut terus akan menjadikan manusia yang tidak berkarakter (manusiawi).


Ada dua kata kunci yang bisa dicermati dari pemikiran Ki Hajar Dewantara, yaitu pertama keseimbangan. Pendidikan seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai kebutuhan lahiriah, seperti strata pendidikan, ijazah, gelar, dan pekerjaan. Tetapi pendidikan harus mampu mengupayakan terbentuknya kecerdasan akal yang dibarengi dengan kecerdasan moral-spritual. Perpaduan dua kecerdasan ini akan tampak dalam sikap dan pemikiran. Sebaliknya, kecerdasan moralitas tidak akan terupgrade tanpa dorongan pemahaman akal yang mumpuni. Kedua, kebanggaan. Ada sebuah fenomena yang sudah lazim dipahami masyarakat kita mengenai ‘Barat’ dan ‘Timur.’ Jika orang Barat berkunjung ke Timur, maka mereka pasti akan meninggalkan jejak budaya Baratnya kepada kita. Sebaliknya, jika orang Timur yang berkunjung ke Barat, bukan jejak budayanya yang ditinggalkan tetapi justru budaya Barat itu dibawanya pulang.


Kalau demikian sungguh luar biasa pemikiran Ki hajar Dewantara yang telah memprediksi bahwa “di zaman akan datang, rakyat kita ada di dalam kebingungan”. Ramalan ini menunjukkan bahwa Ki Hajar Dewantara jauh sebelum negeri ini merdeka telah khawatir akan munculnya sebuah krisis ketidakpercayaan terhadap bangsa sendiri. Krisis identitas diri yang akan klimaks pada hilangnya jati diri bangsa. Ironisnya, pemikiran bangsa sendiri justru termarjinalkan. Beliau hanya dikenang dengan upacara bendera, tetapi pemikiran cerdasnya tentang pendidikan nyaris terlupakan. Untuk itulah dalam carut marut pendidikan dewasa ini perlu ada rekonstruksi sistem pendidikan dengan revitalisasi pemikiran Ki Hajar Dewantara.


Ki Hajar Dewantara melihat manusia lebih pada sisi kehidupan psikologisnya. Menurut beliau, manusia memiliki daya jiwa yaitu cipta, karsa dan karya. Pengembangan manusia seutuhnya menuntut pengembangan semua daya secara seimbang. Pengembangan yang terlalu menitikberatkan pada satu daya akan menghasilkan ketidakutuhan perkembangan sebagai manusia. Beliau mengatakan bahwa pendidikan yang menekankan pada aspek intelektual belaka hanya akan menjauhkan peserta didik dari masyarakatnya.


Memperingati hari pendidikan nasional, pendidikan merupakan salah satu sarana untuk kemudian mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana yang dijelaskan dalam undang-undang dasar 1945 pasal 31 ayat 1 setiap anak bangsa berhak mendapatkan pendidikan yang layak hari ini. 


Kemajuan dunia pendidikan saat ini, tidak lepas dari peran tokoh sebagai aktor utama. Tokoh yang memiliki sumbangsih besar untuk kemajuan pendidikan di Indonesia dan mendapat gelar sebagai Bapak Pendidikan Nasional yaitu Ki Hajar Dewantara, tujuan pendidikan berkaitan dengan individu dan masyarakat, Peran pendidik menurut Ki Hajar Dewantara sebagai fasilitator dan motivator.


Hari pendidikan nasional yang selalu di peringati setiap tanggal 2 mei tidak lepas dari sejarah panjang bangsa indonseia. Tanggal 2 mei yang dijadikan hari pendidikan nasional merupakan hari kelahiran Ki Hajar Dewantara, juga ditetapkan sebagai pahlawan pergerakan nasional. 


Pada tahun 1959 ki hajar dewantara dianugerahi gelar sebagai Bapak Pendidikan Nasional, berkat perjuangannya pendidikan di Indonesia dapat terwujud dan berkembang. Pendidikan bukan sekedar edukasi tapi pendidikan adalah arti untuk memberi sebuah nilai, untuk membentuk etika moral dan juga nalar. Saat pendidikan hanya berpacu pada kompetisi, yang ada adalah lahirnya generasi yang rakus dan suka melakukan korupsi. Saat pendidikan hanya sebatas pintar dan Cerdas, yang lahir adalah generasi yang culas dan suka berperilaku tanpa batas. 


Pendidikan tidak lepas dari hakikat manusia, memanusiakan manusia itulah tujuan pendidikan pada umumnya, seluruh dunia pasti membutuhkan pendidikan. IAIN Madura menjadi pijakan kaki penulis untuk terus melanjutkan pendidikan. Ketika pendidikan di Indonesia di pandang sebelah mata, kemerosotan moral pelajar, guru mencabuli siswa, korupsi dimana-dimana, belajarpun tidak tau entah kemana. Bahkan masih banyak anak-anak yang tidak dapat menempuh pendidikan formal, entah itu karena masalah biaya ataupun lainnya. 


Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan nasional. Oleh karena itu pemerintah bertekad memberikan perhatian yang besar pada pembangunan pendidikan. Sampai saat ini, pemerintah telah mengambil berbagai terobosan kebijakan pendidikan berskala besar. 


Mari kita renungkan hari pendidikan dengan momen penuh arti. Kita kembalikan esensi pendidikan penuh keteladanan dan kita jadikan momen hari pendidikan sebagai sebuah titik balik untuk menjadikan pendidikan yang menjunjung moral etika dan keberadaban. 


Kita semua menyadari, bahwa hanya melalui pendidikan bangsa kita menjadi maju dan dapat mengejar ketertinggalan dari bangsa lain, baik dalam bidang sains dan teknologi maupun ekonomi.  Peran pendidikan penting dalam membangun peradaban bangsa yang berdasarkan atas jati diri dan karakter bangsa. Apapun persoalan bangsa yang dihadapi, komitmen kita untuk melaksanakan pembangunan pendidikan sesuai dengan amanat konstitusi dan berbagai peraturan perundang-undangan yang berlaku tetap dipegang. Komitmen ini direalisasikan dalam berbagai kebijakan dan program yang diarahkan untuk mencapai tujuan meningkatnya kualitas sumber daya manusia demi tercapainya kemajuan bangsa dan negara di masa depan, sebagaimana yang kita cita-citakan bersama. Hal ini menjadi bagian penting yang menentukan perkembangan pendidikan di Indonesia.


Pendidikan menyangkut diri manusia. Manusia membutuhkan pendidikan yang bermutu dalam kehidupannya. Dalam Undang-undang Pendidikan Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 ayat 1 dinyatakan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Selanjutnya Pasal 3 menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.


Menurut UU No 20 tahun 2003 pasal 3 menyebutkan pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter bangsa yang bermartabat. Ada 9 pilar pendidikan berkarakter, diantaranya adalah: Cinta Tuhan dan segenap ciptaannya, tanggung jawab, kedisiplinan dan kemandirian, amanah dan kearifan, hormat dan santun, dermawan, suka menolong dan gotong royong, Percaya diri, kreatif dan bekerja keras, kepemimpinan dan keadilan, baik dan rendah hati, terakhir adalah toleransi kedamaian. Pendidikan karakter merupakan proses panjang yang tidak pernah berakhir (never ending proses).


Oleh: Muslihah
Penulis adalah mahasiswi  IQT IAIN MADURA (Kader Rayon Persiapan Sakera)

Saturday, May 2, 2020

Refleksi HARDIKNAS, Kuliah Daring, Janji UKT Garing

     Covid-19 menyerang sendi pertahanan bangsa, termasuk pendidikan. Pendidikan nasional ditengah ancaman global yakni pandemi covid-19 sebagai sub sistem dari sebuah sistem bangunan besar bangsa. Pengalaman negara maju pendidikan merupakan solusi fundamental dari keterpurukan bangsa. Kesalahan paradigma pendidikan bisa menyebabkan hilangnya ruh dan jati diri, menghasilkan output lulusan pribadi yang salah arah. Ujungnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dihasilkan tidak siap, tertinggal dan dipertanyakan. Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah untuk kehidupan. Karena itu tujuan pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberi arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan.
     Pendidikan sebagai tiang pancang kebudayaan dan pondasi utama untuk membangun peradaban bangsa. Kesadaran akan arti penting pendidikan akan menentukan kualitas kesejahteraan lahir batin dan masa depan warganya. Oleh karena itu substansi pendidikan, materi pengajaran dan metodologi pembelajaran, serta manajemen pendidikan yang akuntabel sudah seharusnya menjadi perhatian bagi para penyelenggara Negara. Terbukti bahwa seluruh bangsa yang berhasil mencapai tingkat kemajuan kebudayaan dan teknologi tinggi mesti disangga oleh kualitas pendidikan yang sangat kokoh.

     Telah dipahami oleh para pendidik bahwa misi pendidikan adalah mewariskan ilmu dari generasi ke generasi selanjutnya. Jangan sampai generasi itu terputuskan dengan begitu saja. Ilmu yang dimaksud antara lain: pengetahuan, tradisi, dan nilai-nilai budaya (keberadaban). Secara umum penularan ilmu tersebut telah di emban oleh orang-orang yang terbeban terhadap generasi selanjutnya. Mereka diwakili oleh orang yang punya visi kedepan, yaitu menjadikan generasi yang lebih baik dan beradab. 

     Pandemi covid19 ini berdampak pada seluruh elemen pendidikan, khususnya elemen perguruan tinggi. Anjuran dari WHO perihal physical distancing merubah sistem Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang awalnya berupa format kelas tradisional tatap muka kini berubah menjadi sistem tatap muka secara daring. Hal ini  menghilangkan transfer of value dari dosen kepada mahasiswanya. Berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tentang pembelajaran secara Daring dan bekerja dari Rumah dalam Rangka Pencegahan Pencemaran COVID – 19, bahwa untuk mengoptimalkan kebijakan pemerintah terkait pemutusan rantai penularan virus telah nyata-nyata memaksa kita untuk mengubah moda interaksi dan komunikasi, bukan saja di di Indonesia saja tetapi di seluruh dunia. Tantangan dosen saat ini adalah bagaimana tetap melaksanakan proses pembelajaran dengan tetap mengedepankan pencapaian tujuan pembelajaran melalui media pembelajaran daring yang ada dan dapat diakses oleh kedua belah pihak (dosen dan mahasiswa). Namun dalam realitasnya sistem daring tidak memiliki daya serap pembelajaran yang cukup efektif. Ditambah lagi dengan berbagai kendala yang dihadapi, KBM terkesan gagap dan tidak efektif meskipun dinilai cukup efisien dalam pelaksanaan. Misalnya dalam perkuliahan daring, mahasiswa sebatas diberi tugas setiap kali melakukan KBM, proses transformasi nilai dalam bentuk kajian ilmiah tidak mahasiswa dapatkan. Kegiatan perkuliahan daring hanya sebagai formalitas telah melaksanakan perkuliahan dibuktikan dengan pengumpulan tugas. Tidak ada pertukaran keilmuan atas kajian mata kuliah, mahasiswa semakin dijauhkan dari fungsi idealnya. Selain itu kendala eksternal lainnya seperti jaringan dan kapasitas gedged mahasiswa yang kurang mendukung untuk melaksanakan perkuliahan mode daring. Mahasiswa juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk kuliah daring sementara haknya sebagai mahasiswa berkurang.
     Oleh sebab itu belakangan mahasiswa PTKIN sedang gencar menyuarakan aspirasinya terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang harus dibayar mahasiswa tiap semester. UKT berfungsi memberi subsidi silang yang didasarkan pada kondisi ekonomi dan sosial orang tua/wali setiap mahasiswa. Jadi sistem ini mengacu kepada pendapatan orang tua mahasiswa, semakin tinggi pendapatan orang tua maka semakin tinggi pula UKT yang harus dibayar, sebaliknya semakin rendah penghasilan orang tua maka semakin rendah pula biaya UKT yang harus dibayarkan. Sementara dalam kondisi pandemi pengahasilan orang tua atau wali mahasiswa banyak mengalami penurunan, mengingat pandemi ini banyak menghancurkan sektor ekonomi. Dan bagaimanapun biaya yang dikeluarkan berupa UKT seharusnya sesuai dengan manfaat yang diperoleh mahasiswa. Sementara dalam situasi pandemi sudah sekitar tiga bulan kita melaksanakan kuliah daring. Pihak kampus dengan situasi pandemi dan kuliah daring tentunya terdapat pengurangan beban pembiayaan, apabila beban pembiayaan yang dikeluarkan oleh kampus berkurang seharusnya juga berdampak pada pengurangan beban pembiayaan yang harus dikeluarkan oleh mahasiswa. 
Aspirasi tersebut sempat menuai angin segar, pengurangan uang kuliah tunggal (UKT) sebesar 10% akan dilakukan semester depan. Surat edaran bernomor B-752/DJ.I/ HM.00/04/2020 tersebut memuat tiga poin penting yaitu instruksi pengurangan UKT atau SPP mahasiswa diploma, S1, S2 dan S3 pada semester ganjil tahun 2020/2021 minimal 10%, pengurangan UKT dilakukan atas pertimbangan rencana penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tahun anggaran 2021. Sedangkan mekanisme pengurangan UKT dilaksanakan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
     Namun angin segar tersebut tiba-tiba ditarik ulur. Disusul dikeluarkannya surat edaran (SE) Direktorat Jendral (Dirjen) Pendidikan Islam Kementrian Agama (Kemenag) RI yang isinya mencabut surat edaran (SE) yang dikeluarkan sebelumnya. Surat bernomor B-802/DJ.I/PP.00.9/04/2020 tersebut berisi pencabutan instruksi pemotongan UKT mahasiswa PTKIN. Pemotongan UKT tersebut dibatalkan dengan alasan penyesuaian belanja kementerian/lembaga dalam penanganan Covid-19 berdasarkan Peraturan presiden Nomor 54 tahun 2020. Dalam lampiran perpres Nomor 54 tepatnya rincian anggaran pendidikan, kemenag mendapat pengurangan sejumlah Rp. 2.020.000.000.000 (dua triliun dua puluh miliar rupiah) oleh Kemenkeu. Artinya kebijakan terhadap pemotongan UKT telah dibatalkan, hal ini semakin membuat pemerintah kehilangan wibawanya. Mengingat bukan kali ini saja pemerintah sering menarik ucapannya sendiri alias inkonsisten terhadap statement yang mereka keluarkan. Jangan sampai hal ini menyebabkan hilangnya kepercayaan masyarakat pada kaum birokrat sehingga masyarakat akan tidak percaya terhadap statement pemerintah. 
     Hari ini Tanggal 2 Mei tepat diperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2020 masih dalam suasana pandemi.  Tak lepas dari kelahiran Dr. Ki Hajar Dewantara, Mendikbud pertama RI, yang terkenal dengan semboyan "Tut Wuri Hadayani" yang memiliki arti "di Belakang Memberikan Dorongan" "Ing Madyo Mangun Karso" di tengah memberikan semangat. Dan "Ing Ngarso Sung Tulodho". Didepan memberikan contoh atau teladan. Hal itu dapat pula menunjukkan peran mahasiswa sebagai agent of change, agent of social, dan angent of control. Sebagai masyarakat terdidik dan berpendidikan kita harus tetap menyuarakan keadilan. Selamat Hari Pendidikan Nasional.

oleh: Ochaaa SR

Pertambangan Ilegal, Bosissme, dan hegemoni kaum elit (Manfaat untuk siapa? derita untuk siapa?)

   Indonesia seringkali disebut “tanah surga”, negara agraris dengan letak geografis yang strategis dengan luas sekitar 1.919.440 km. Memi...