Thursday, May 14, 2020

Dalam rangka memperingati hari Ibu sedunia, Kopri PC PMII Ogan Komering Ulu Sumsel dan Kopri PC PMII KETAPANG Kalimantan barat menggelar forum diskusu online nasional dengan tema " Dampak pandemi covid-19 pada sektor kesehatan, ekonomi, dan pendidikan.


  Dalam rangka memperingati hari Ibu sedunia, Kopri PC PMII Ogan Komering Ulu Sumsel dan Kopri PC PMII KETAPANG Kalimantan barat menggelar forum diskusu online nasional dengan tema  " Dampak pandemi covid-19 pada sektor kesehatan, ekonomi, dan pendidikan. (Minggu, 10 Mei 2020). Forum diskusi tersebut setidaknya diikuti kurang lebih sekitar 50 peserta dari berbagai daerah. Dengan 3 orang pemateri yakni :

1). Apriyanti Marwah, S.Ak., M.AP
2). Aida Mardatillah, S.H
3). Maya Muizatil Lutfillah, M.Pd
   Menurut Ketua Kopri PC PMII Ogan Komering Ulu Sumsel dan Ketua Kopri PC PMII KETAPANG Kalimantan barat kegiatan ini bertujuan agar semua kader perempuan PMII atau Kopri bijak dalam menanggapi covid-19.

  Kak Apriyanti Marwah : Kita semua masih gagap menanggapi viruscovid-19 dan dalam merespon himbauan pemerintah, sebaiknya kita tetap belajar, bekerja dan beribadah dari rumah agar dapat menekan penyebaran wabah ciru scorona ini. Dampak covid-19 ni dalam aspek kesehatan adalah banyak korban yang meninggal di seluruh dunia. Dampak kesehatan ini juga berdampak pada perekonomian negara dan global. Krisis keuangan global pada tahun 2020 ini merupakan krisis yang terburuk sejak “Depresi Besar” pada tahun 1930-an. Bahkan pemerintah Indonesia sendiri masih mengalami kegalauan dalam menangani pandemi covid-19, mana yang sebaiknya didahulukan apakah penanganan dari kesehatan atau perekonomian. 

   Menurut kak Apriyanti Marwah “ penanganan kesehatan harus lebih diutamakan terlebih dahulu, karena jika pandemi ini dapat terselesaikan lebih cepat dan dapat ditangani dunia kesehatan dengan baik maka akan cepat juga membaiknya perekonomian negara, pendidikan dan aspek lainnya.

   Kak Aida Mardatillah : pemerintah telah mengambil kebijakan yang sangat baik dalam menjaga stabilitas keuangan negara dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah Pengganti UUD (Perpu no.1 tahun 2020). Perpu no.1 tahun 2020 ini berkaitan dengan kebijakan negara dan stabilitas keuangan sebagai langkah pemerintah untuk menjaga kestabilan keuangan negara dalam menghadapi ancaman yang dapat membahayakan perekonomian nasional dan atau stabilitas sistem keuangan negara. Karena pandemi ini pasti akan sangat berdampak pada perekonomian negara.  Jika pemerintah tidak melakukan pencegahan ataupun antisipasi, maka krisis di Indonesia akan menjadi krisis yang terburuk sejak krisis moneter yang terjadi pada tahun 1997. Pemerintah juga telah menyiapkan defisa anggaran yang akan digunakan setelah pandemi ini berakhir sebagai upaya untuk mencegah terjadinya defisit keuangan. 

  Menurut Kak Aida Mardatillah “setuju dengan Apriyanti Marwah bahwa penanganan kesehatan harus diutamaka

   Kak Maya Muizatil Lutfillah : KOPRI harus mampu menjawab tantangan zaman apalagi sebagai KOPRI merupakan calon ibu yang harus melek pendidikan. Ada beberapa dampak yang dihasilkan oleh pandemi ini kepada sektor pendidikan. Kemampuan teknologi yang rendah atau terbatasnya sarana dan prasarana menjadi salah satu kendala dalam melakukan kegiatan belajar-mengajar. Yang biasanya pembelajaran dilakukan tatap muka berubah 180 derajat menjadi pembelajaran melalui daring. Masalah ini memicu masalah baru yaitu banyaknya guru, orang tua dan siswa yang berada di daerah yang tidak ada jaringan internet atau tidak adanya sumber listrik menjadi kesulitan mengakses pembelajaran melalui daring. Sehingga banyak anak-anak yang terkendala atau terhenti kegiatan pembelajaran nya. Bahkan pemerintah yang membuat program pembelajaran melalui TV menjadi tidak efektif karena banyak orang tua yang tidak mengetahui tentang jadwal pembelajaran melalui TV nasional ini. Masih kurang efektif nya kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dalam dunia pendidikan menjadikan banyak dampak yang dihadapi dunia pendidikan Indonesia.

pewarta: ocha SR

No comments:

Post a Comment

Pertambangan Ilegal, Bosissme, dan hegemoni kaum elit (Manfaat untuk siapa? derita untuk siapa?)

   Indonesia seringkali disebut “tanah surga”, negara agraris dengan letak geografis yang strategis dengan luas sekitar 1.919.440 km. Memi...