Monday, May 18, 2020

Perempuan melawan dan mencegah radikalisme


   Seiring berkembangnya zaman, Radiklisasi tentu tidak asing lagi bagi kita, bahwa paham dari radiklisme ini adalah suatu ideologi atau pemahaman, yang mana ia ingin melakukan suatu perubahan pada sistem sosial dan politik, dan radikalisasi ini juga cenderung menggunakan kekerasan, dan cara-cara yang ekstrim, maka tak jarang pula bahwa radikalisme itu juga sering di kaitkan dengan yang namanya terorisme.
   Perlu kita tahu pula bahwa penyebab akan terbentuknya dari radikalisasi ini, diantaranya yang berhubungan dengan kemiskinan, dan peran dari seorang perempuan juga. Loh kenapa harus perempuan..? ya..!! kita tidak boleh mengabaikan bahwa perempuan itu pempunyai peran yang sangat besar dalam lingkup keluarga, nah maka dalam hal ini radikalisasi dengan cara melibatkan seorang perempuan juga dinilai sebagai cara yang lebih efektif karena perempuan bisa memainkan peran vitalnya dalam lingkup keluarga, contohnya dengan dalih dan teks-teks keagamaan yang dijadikan bahan justifikasinya.
   Maka tak jarang seorang perempuan yang telah terlanjur menganut doktrin radikalisme ini rawan bahkan ada yang mejadikan mereka sebagai korban ekstrimisme, dan dapat terlibat langsung dalam aksi yang secara khusus yakni seperti bom bunuh diri. Oleh karena itu peran perempuan dalam pencegah radikalisasi juga sangat di butuhkan, yakni dengan berapa cara, yang diantaranya adalah membeberikan peran kepada perempuan yang lebih besar, dan yang tidak hanya sebatas berperan di bidang domistik saja, sehingga juga dapat berpartisipasi pada multi bidang sosial, menguatkan kesejahtereraan di berbagai sektor, yakni untuk mencegah terjadinya akan radikalisasi sehingga menjadikan perempuan sebagai garda terdepan dalam pendidikan yang moderat, hal itu bisa memulainya dari tatanan keluarga, dan perlahan kepada masyarakat sekitar.

oleh: Sahabat Uswatun Hasanah (Bendahara Komosariat STAIMU pamekasan) 

No comments:

Post a Comment

Pertambangan Ilegal, Bosissme, dan hegemoni kaum elit (Manfaat untuk siapa? derita untuk siapa?)

   Indonesia seringkali disebut “tanah surga”, negara agraris dengan letak geografis yang strategis dengan luas sekitar 1.919.440 km. Memi...