Monday, May 11, 2020

GERAKAN MAHASISWA, APA YANG DIBELA?


AGUS MULYONO HERLAMBANG
    Agus Mulyono Herlambang atau biasa dipanggil Agus Herlambang adalah seorang aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang terpilih sebagai Ketua Umum PB PMII periode 2017-2019 saat Kongres di Palu, Sulawesi Tengah. Dimana tumbuh kembangnya selalu mengenyam pendidikan pesantren dan berkecipung di berbagai organisasi. Ia lahir di Indramayu, 17 Juni 1988.
    "Melihat gerakan mahasiswa belakangan hari ini, pmii mempunyai spirit yang sama untuk bagaimana menyikapi pemerintah ini tetap kuat dan bijak, namun tentunya ada perbedaan perspektif dan sudut pandang yang memang harus untuk kita hormati. Terkait adanya perbedaan sikap dan perspektif tersebut sudah menunjukkan bahwasanya di alam demokrasi menjadi suatu hal yang lumrah dan biasa. Pmii memang sangat intens dalam menjaga semangat reformasi, dan reformasi itu intinya tidak boleh ada satu lembaga satupun di negeri ini yang terlalu support power, harus ada mekanisme kontrol yang sebenarnya." Tuturnya saat di CNN Indonesia Breaking News.
    sebuah gerakan mahasiswa haruslah merupakan suatu aksi massa. Didahului oleh rapat umum yang dihadiri oleh puluhan atau ratusan bahkan ribuan mahasiswa, demonstrasi mahasiswa yang membawakan suara hati nurani rakyat, didukung oleh seluruh masyarakat mahasiswa dalam jiwa dan semangat persatuan dan kesatuan. Harus dikoordinir secara resmi, melalui saluran organisasi mahasiswa, sedapat mungkin yang mencerminkan mufakat bulat antara seluruh organisasi mahasiswa ekstra dan intra universitas. 
    Gerakan mahasiswa bisa terjadi di dalam kampus atau bisa di luar kampus. Hanya saja memang tidak perlu semua mahasiswa terlibat. Pada umumnya, para aktivis mahasiswalah yang bergerak. Aktifis di sini diartikan sebagai pemuda (mahasiswa) yang selain studi juga giat di dalam kelompok-kelompok diskusi, Lembaga Swadaya Masyarakat serta organisasi-organisasi ekstra dan intra universitas.
    Hakekat dari gerakan mahasiswa pada umumnya adalah perubahan. Ia tumbuh karena adanya dorongan untuk mengubah kondisi kehidupan yang ada untuk digantikan dengan situasi yang dianggap lebih memenuhi harapan, yang sekiranya kebenaran dan keadilan itu benar adanya dan nyata keberlakuannya.


oleh Raya FR
Kader PMII Rayon Mandilaras

No comments:

Post a Comment

Pertambangan Ilegal, Bosissme, dan hegemoni kaum elit (Manfaat untuk siapa? derita untuk siapa?)

   Indonesia seringkali disebut “tanah surga”, negara agraris dengan letak geografis yang strategis dengan luas sekitar 1.919.440 km. Memi...