Berbicara perempuan, selalu ada saja yang perlu dibicangkan. Aku memahami perempuan, karena aku sendiri adalah puan. Aku nyaman dengan puan tidak lebih dari sekedar pembawa kebaikan. Sana - sini yang dibahas perempuan. Kenapa harus perempuan? Perempuan punya apa? Seberapa tinggi sih dia ?
Kamu perempuan. Aku perempuan. Mereka Perempuan tapi tak banyak yang saling mendukung. Dalam pandangan perempuan kala itu, " Ih sok cantik banget! , Halah itu cantik karena make up, coba kalo gak make up an pasti jelek. coba lihat pakaiannya, seksi banget kan? pasti orang tuanya gak ngajarin cara berpakaian yang bener ". Banyak dari perempuan yang tidak mendukung perempuan. Itu baru salah satunya yang sebenarnya banyak dalam realita yang terjadi. Aku pun tersadar bahwa sebenarnya sesama perempuan itu harus saling mendukung bukan malah mentung.
Kita berkomentar kepada perempuan itu dimana kita tidak sadar bahwa kita juga perempuan. Kita sejenis, kita punya sifat yang tidak akan jauh berbeda tapi kenapa satu dari kita saling menjatuhkan ?
Kemudian ada juga yang perempuan merasa bahwa dialah yang paling cantik dan paling pintar, Stop buat perempuan yang merasa dirinya paling cantik. itu tidak akan membuatmu fly. Aku sedang tidak membicarakan siapa-siapa. Itu sekedar analisis sosialku saja.
Oh ternyata banyak perempuan yang mengiyakan dirinya bahwa ia paling iya. Like, aku ya aku dan aku tidak peduli tentangmu. Aku belajar dari salah satu staf DPR RI, beliau pemerhati perempuan yang benar-benar membuka mataku. Beliau mengingatkan kepada perempuan agar saling merangkul satu sama lain. Coba ingat kapan terakhir kali kita memuji teman kita, semisal " ih tasmu kok lucu sih, beli dimana ?". Itu contoh kecil untuk membahagiakan teman perempuan kita. Setidaknya ada dukungan kecil yang kita berikan kepada sesama perempuan.
Untuk perempuan, yang kita adalah teman. Salinglah merangkul, pedulikanlah teman perempuanmu, jangan ada persaingan domestik diantara kita. Dalam tulisan kecil ini semoga kita sadar bahwa kita adalah rangkulan kekuatan satu sama perempuan. Perempuan berkarya, perempuan cantik dan perempuan mengabdi.
Penulis : Lina Alfiana , Ketua Kopri PMII Rayon Al Hikam Komisariat Universitas Islam Malang
No comments:
Post a Comment